Pactum | 36

1258 Words

Ketika sambungan telepon terhubung dengan orang di seberang sana--setelah berkali-kali meneleponnya, Natasya langsung meluapkan kekesalan dia tanpa basa-basi atau kalimat manis yang lebih sopan terlebih dahulu. Mulutnya yang seperti petasan itu berucap lancar penuh amarah, "Kenan! Kamu nggak bilang sama aku kalau kamu hari ini pergi ke luar kota. Kamu jangan berkilah, Damian sendiri yang memberitahuku!" Natasya berdecak. Dia memukul teralis jendela kamarnya. Membuka dengan kasar botol sodanya, meminum beberapa tegukan. "Kamu ingkar janji, kamu bilang mau membelikan aku mobil. Badan aku udah berasa remuk digempur sama kamu habis-habisan tadi malam sampai pagi, tapi mobil barunya nggak ada di garasi. Aku menunggu sejak pagi, ini sudah sore. Ketika aku pulang dari toko bunga, mobilnya masih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD