Pactum | 22

1201 Words

"Kenan, aku mau ketemu ayah!" Kenan yang sedang membaca koran di taman, menoleh ke arah sumber suara. Di sana sudah ada Natasya bersandar di tiang ayunan, kakinya menyilang dengan posisi tangan terlipat keduanya di depan d**a. Songong sekali ekspresi wanita itu, sungguh. "Besok saja, senin. Hari ini saya ingin mengisi waktu libur dengan banyak membaca buku dan berita harian." Lantas kembali membuka lembaran korannya, menyesap tehnya dulu beberapa saat. Natasya menghentakkan kaki. Dia memberengut kesal, tidak terima sebab Kenan terus-terusan menolak mengantarkannya ke rumah sakit menjenguk sang ayah. Natasya meminta sejak hari jum'at, ini sudah minggu. Mau ditunda ke hari senin lagu? Kenan pikir Natasya punya kesabaran sebanyak dan sebesar apa? "Ayolah, antarkan aku!" Natasya memaksa,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD