Kenan memasuki kamar Natasya ketika jam makan malam. Sehabis diurut tadi wanita itu memang Kenan suruh untuk beristirahat saja, takut jika Natasya kembali memucat wajahnya karena menahan sakit pada perutnya. Kenan menang tidak sakit perut, tetapi dia dapat merasakan sakit yang sama seperti Natasya ketika melihat dan mendengar wanita itu meringis kesakitan ketika perutnya bergejolak dalam setiap menitnya. "Tasya, waktunya makan malam." Kenan membuka suara, dia melangkah mendekati Natasya. Meletakkan sebentar nampan yang dia bawa ke atas nakas, sementara dirinya mengambil meja lipat untuk memudahkan Natasya memakan makanannya meski masih berada di atas tempat tidur. Natasya yang sedang berada di bawah selimut tebal itu pun membuka matanya perlahan, dia masih memajukan bibir dengan wajah di

