Pactum | 53

1621 Words

"Aaaaaa!" pekik Natasya saat Kenan menggendongnya secara tiba-tiba. Natasya yang sedang merias diri langsung menjatuhkan brush make-upnya. Memukul d**a Kenan dengan wajah ditekuk. Seingat Natasya keadaan pintu kamarnya masih terkunci, bisa-bisanya pria itu selalu masuk dan berkuasa atas semuanya. Natasya berontak, meminta diturunkan Kenan. "Kamu mau bawa aku ke mana?!" tanya Natasya dengan nada tinggi. Sesekali dia masih memukul d**a Kenan dengan kesal. Dia kaget sekali! Kenan tidak memberikan jawaban apa pun hingga tiba di kamarnya. Mendudukkan Natasya di atas kasur. Natasya ingin kabur, Kenan menahannya. "Ngapain bawa-bawa ke sini? Aku lagi nggak pengen ya kamu ajakin bikin anak. Udah jadi, tapi kamunya nggak mau ngakuin!" Lantas mendorong kasar Kenan menjauh darinya. Menggertakkan gi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD