Pactum | 54

1301 Words

Natasya cemberut lagi ketika sehabis bercinta Kenan kembali sibuk dengan sebuah tabletnya. Berkali-kali dia berdecak, menggerutu, bahkan rasanya ingin berteriak biar semua orang tahu jika saat ini Kenan begitu mengesalkan. "Kenapa bergerak terus sedari tadi, Tasya?" tanya Kenan terdengar dingin. Tanpa menoleh, fokusnya masih pada benda persegi empat itu. "Kamu sebenarnya beneran sayang aku nggak sih?!" tanya Natasya blak-blakan. Tidak pernah sebelumnya dia begini, baru kali ini. Natasya sudah terlalu geram. Kenan akhirnya menoleh, menatap Natasya yang masih tanpa sehelai benang di bawah selimut tebalnya. "Iya sayang." "Tapi kenapa malah sibuk sama tablet itu? Kita habis bercinta lo, Ken. Kamu nggak ada mesra-mesranya banget. Nggak ada peluk aku, cium, sambil bercerita kecil. Aku nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD