Jam menunjukkan pukul sepuluh malam, Kenan yang tadinya berada di ruang baca kini beranjak berniat segera mengistirahatkan diri mumpung pekerjaannya rampung. Namun baru selangkah Kenan keluar dari ruangannya, indra pendengarannya menangkap bunyi yang nyaring dan berisik dari arah kamar Natasya. Ruang baca Kenan kedap suara, hingga apa pun yang terjadi di luar tidak terdengar dari dalam. Hal ini sebab Kenan tak ingin diganggu oleh siapa pun jika sedang fokus dengan bacaannya. Kebetulan sekali Lala berada di sana. Kenan segera mendekati wanita itu. "Lala, ada apa berisik sekali di kamar Tasya?" tanya Kenan sembari melihat mimik wajah Lala yang nampak sedang kebingungan. Lala terkejut, dia menundukkan kepalanya beberapa saat. "Ah ... anu, Tuan. Itu ... Nona Tasya sedang menyalakan musik y

