Pactum | 29

1383 Words

"Ken, aku mau ngomong!" Natasya membuka ruang kerja Kenan. Pria itu sedang fokus pada layar komputer, kacamata bertengker pada hidung mancungnya. Kenan menoleh, kemudian melepaskan kacamatanya yang berarti memperbolehkan Natasya masuk untuk menyampaikan sesuatu yang ingin dia bicarakan. Natasya tersenyum lebar, dia duduk di depan meja Kenan. Kakinya menyilang, bersandar santai pada kursi itu. "Bicara apa?" tanya Kenan yang juga bersandar pada kursinya. Kenan duduk tegap, pembawaan dirinya selalu santai meski kadang tatapan mata itu menyirat banyak arti, lebih sering tidak bersahabat. Kenan sinis, dia sering nampak menyebalkan hanya dengan bermain matanya. Natasya sering memerhatikan itu, tapi dia tidak takut sama sekali. "Aku mau buka toko bunga lagi. Cabang baru di Bekasi. Boleh, Ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD