"Saya Nadine kak, Keluarga nya mas Daniel ucap Nadine yang bingung mau bilang apa. Setau Nadine semua orang yang berasal dari panti asuhan KASIH Bunda adalah keluarga.
"Oh ya, kalau gitu mulai sekarang aku kakak ipar kamu ya ucap ane dengan santai. "Duduk sini deh dekat aku biar kita bisa kenal lebih dekat .
"Tidak perlu ucap Daniel yang sudah berdiri di depan ane dan Nadine. nan masuk kamar sana ucap Daniel dengan nada ketus, membuat Nadine sedikit takut.
Nadine hanya menunduk dan berjalan ke arah kamarnya saja. Nadine membuka ponselnya dengan melakukan video call dengan Bunda untuk menghilangkan rasa aneh di dirinya.
"Hallo Bunda sayang ...
"Hallo anak Bunda sayang. Gimana di sana ? kapan mulai kuliah ucap Bunda.
"Kuliah masih minggu depan Bunda, Nadine masih belajar sediri di rumah untuk persiapan kuliah nanti.
"Makan siang Daniel apa sudah di buatin ?
"Sudah Bunda. Itu mas Daniel lagi kedatangan tamu di luar.
"Siapa ?
"Bunda kepo deh, itu bukan urusan kita bund.
"Urusan kita dong na ! sudah keluar sana cari tau siapa tamunya. Cewek atau cowok.
"Apa sih nda ?
"Mamanya Daniel kan nitip Daniel sama kita na, kita harus tau dong apa aja yang Daniel lakuin ucap Bunda beralasan.
"Malas nda ! jangan begini dong nda. Malu Nadine nda kalau kepoan gitu.
"Sudah Bunda tutup ya, kamu harus duduk dekat - dekat tamu Daniel kalau cewek, awas kalau tidak Bunda Nadine mengancam.
"Baiklah Bunda sayang .
Nadine malu banget rasanya ngintilin mas Daniel gini, tapi apa mau di kata kalau Bunda sudah berkehendak !
"Mas, kak ane nya mana ?
"Sudah pulang ucap Daniel dengan ketusnya.
"Mas Daniel kenapa, marah sama Nadine ?
"Lain kali kalau tidak tau siapa orangnya jangan di kasih izin masuk na. Kamu bisa pakai ini untuk berbicara dari dalam dan kamu juga bisa lihat wajah tamu kamu . Daniel memberi tahu Nadine guna kotak hitam yang ada di dekat pintu.
"Oh iya mas Daniel, akan Nadine ingat. Tapi Nadine kasih izin masuk karena kak ane kenal sama mas dan bilang calok kakak ipar Nadine.
"Apa ?
"Calon kakak ipar.
Rasanya naik sudah darah Daniel sampai ke ubun - ubun Daniel. Daniel berjalan mendekat ke arah Nadine, hingga tidak ada jarak di antara mereka.
"Mas...
"Hm....
"Jangan begini mas ucap Nadine gugup. duh mas Daniel.. dari dekat gantengannya kebangetan pikir Nadine.
Tangan Daniel merapikan dengan lembut rambut kecil di kening Nadine dan mencium ujung rambut hitam lebat milik Nadine.
"Mas....
"Iya na, ucap Daniel dengan suara parau nya.
Daniel mengelus rambut Nadine dan mencium pucuk kepala Nadine, turun ke telinga kecil Nadine. Tidak ada penolakan dari Nadine. Entah kenapa Nadine pun merasa nyaman tanpa memikirkan hal lain.
Deru nafas Daniel terdengar deras di telinga Nadine, detak jantung Nadine dan Daniel sudah tidak beraturan hanya karena sentuhan kecil. Daniel meneguk salivanya ( liur ) berkali - kali. Daniel mengangkat wajah Nadine dengan jari telunjuknya lembut.
"Mas... Nadine sungguh tidak sanggup lagi. rasanya sangat panas dingin.
"Na, mas sayang sama Nadine . ucap Daniel lembut tepat di bibir Nadine dan mengecupnya singkat.
Nadine yang masih mematung di tempatnya tidak dapat berkutik seolah ada api kecil di dadanya ( cish cish cih... begitulah kira - kira bunyinya ). Daniel yang sudah tidak sanggup menahan keinginan menyentuh istri nya itu berjalan meninggalkan Nadine ke kamarnya.
"Huft, jantung ini kenapa ucap Nadine.
Daniel yang berada di dalam kamar langsung membasuh wajahnya dengan air dingin, masih terasa detakan tak karuan di jantungnya. "Sampai kapan kita begini na, kamu halal bagi ku lirih Daniel.
"Mas Daniel, makan malam yuk, ucap Nadine. Sejak kejadian siang itu Daniel sama sekali tidak keluar kamar. Nadine bertanya - tanya dalam hati apa Daniel merasa tidak nyaman dengannya.
Daniel keluar dari kamar dan terus memalingkan wajahnya saat berjalan berdua dengan Nadine menuju dapur.
"Di makan ya mas, ucap Nadine berusaha biasa saja. Lagi - lagi Daniel hanya mengangguk saja tanpa berbicara.
"Apa mas tidak nyaman sama Nadine ? Nadine akan di suruh pulang kalau mas tidak izinkan Nadine tinggal di sini. Karna Ayah, Bunda dan Tante Sania sudah memperingatkan Nadine soal ini ucap Nadine lemah.
"Bukan gitu na.” ucap Daniel cepat.
"Terus kenapa mas, Mas tidak keluar sama sekali dari tadi. Mas kenapa ?
"Mas, malu sama Nadine . ucap Daniel sambil menunduk.
Nadine pun malu sama Daniel, tapi masih bisa Nadine tahan. Tapi kenapa Daniel lebih parah dari Nadine.
"Mas , Nadine juga malu . tapi bisa gak kita biasa saja biar suasananya tidak canggung seperti ini , Nadine mohon.
"Iya na, maafin mas ya.
"Maafin Nadine juga mas.
Makan malam yang di awalin kata maaf dan di taburi kata maaf pun terjadi malam ini.
Nadine baru saja selesai menunaikan kewajibannya, subuh ini terasa sedikit berbeda dengan hari sebelumnya karena hujan yang mengguyur sejak malam tadi. Berulang kali Nadine mendehemkan tenggorokannya yang mulai tidak Enak efek terlalu banyak makan telor mata sapi yang Nadine buat. Nadine memang penggemar telor mata sapi, kadang Nadine bisa menjadikan makanan itu sebagai cemilan belajarnya.
Ehmm, ehm... Enak ni kalau minum air dingin. Nadine menyusuri dapurnya dan mencari air dingin di dalam kulkas. Biar langsing begini, Nadine adalah penggemar makanan berminyak dan air dingin. Nadine adalah tipe wanita yang tidak mudah gemuk walaupun banyak makan.