"Na, mas kan kantornya di bawah ucap mas Daniel menjelaskan ulang pada Nadine. Jadi mas bisa pulang kapan aja Daniel mendekatkan wajahnya ke Nadine membuat Nadine langsung memerah.
"Em, iya mas Nadine lupa. Sekarang pergi deh ke kantor, kan tadi buru - buru.
"Tidak deh na, mas malas ke kantor hari ini. mau lihat Nadine aja di rumah ucap Daniel yang benar-benar membuat hati Nadine geli dan malu.
"Jangan mas, jangan gitu. berangkat kantor gih . Nadine mendorong Daniel sampai ke pintu keluar.
"Ays Nadine , buat mas gemes aja.
"Da.. mas, rajin - rajin ya kerjanya ucap Nadine.
Gimana sih Nadine, Aku kan Pimpinannya di sini. Apa Nadine tidak mikir Panthouse kita aja mewah banget, masih di suruh rajin kerja lagi. Ada - ada aja sih Nadine , Daniel meruntuk sambil tersenyum dalam hati.
Tidak ada konsentrasi Daniel dalam bekerja, matanya bolak balik melihat ke layar laptop yang tersambung di seluruh bagian Panthouse termasuk kamar mandi. tidak masalah juga kan pikir Daniel, toh Nadine adalah istrinya. Daniel hanya takut Nadine pingsan atau jatuh di kamar mandi, jika ada yang lebih dari itu Daniel menganggap sebagai bonus. hehehehee...
Daniel kembali memeriksa bagian penjualan dan pengadaan bahan , apa seimbang ?
Selang berapa lama, mata Daniel tidak dapat bergerak dari layar laptopnya saat melihat Nadine mulai masuk kamar mandi, Tubuh Nadine yang langsing dan kulitnya yang putih sangat cocok dengan rambut hitam lebat sebatas pinggul, Luar biasa Nadine ucap Daniel dalam hati. Tidak ada sehelai benang pun yang tersisa dari tubuh Nadine saat ini.
"Ini tidak masalah kan ? Nadine kan istri ku tanya Daniel bodoh kepada dirinya sendiri. Daniel yang sudah pusing akhirnya menutup laptopnya. bagimana pun di usia yang sudah matang ini , Daniel sangat ingin mendapatkan kehangatan. Huft, kuatkan hatimu Daniel .
Bolak balik Daniel di ruangannya , bingung dengan rasa di d**a yang ingin segera pulang tapi takut di tanya yang macam - macam oleh Nadine. Nadine itu predator kalau dalam bertanya, belum di jawab belum puas .
-
TOK TOk TOk. "Iya silahkan masuk.
"Maaf pak ada Ibu ane mau menemui bapak ucap sekretaris Daniel.
"Mau ngapain dia, suruh pulang aja, atau bilang saya tidak ada.
"Tidak bisa pak, sudah terlanjur bilang ada.
"Ih Mauren, lo tega banget sama aku ya. Cuma lo yang tau di sini kalau aku sudah nikah sama Nadine. tidak bisa ya elo ngelindungi aku.
"Ih Kampret lo nyalahin aku, siapa suruh ngasih harapan palsu ke cewek liar itu ucap Mauren berbisik.
"Tidak mau tau elo selesain di sana aja.
"Aku tidak bisa, aku harus jemput anak aku sekolah ucap Mauren pergi meninggalkan Daniel.
Mauren adalah salah satu anak dari panti asuhan yang di kelola oleh Mama Daniel, Bunda Nadine dan Tante Agnes. Sudah menikah dengan dokter berkebangsaan Inggris yang bekerja di rumah sakit terbesar di Singapura. Dan Dokter itu adalah teman kecil Daniel selama di Singapura namanya Rio.
Sudah lama Rio meminta Mauren berhenti bekerja, tapi ini lah prinsip perempuan Indonesia yang di kagumi oleh laki - laki negara luar. Lebih baik pakai uang sendiri untuk beli dalaman dan bedak selama kaki dan tangan masih mampu.
"Gila banget Mauren, harus gimana nih . Daniel sangat pusing dengan keadaan yang ada. Belum selesai Daniel dengan pikirannya, Ane sudah nongol dari balik pintu. Dengan baju super mini dan tubuh level model paris membuat ane tampak sangat waw di mata laki - laki, kecuali Daniel yang sudah jadi BUCIN Nadine dari umur 10 tahun.
"Daniel kenapa tidak angkat telpon, chat juga tidak di balss ucap ane yang langsung duduk di pangkuan Daniel.
"Ane bisa sopan tidak sih ?
"Kenapa sih Daniel , jual mahal banget ucap ane sembari mencium pipi Daniel.
Eeehm suara deheman seseorang membuat Daniel dan ane melihat ke arah nya.
"Nadine ucap Daniel terkejut dan terlonjak langsung berdiri, membuat ane langsung tersungkur di bawah lantai.
"Mas Nadine ngerti kok, Nadine cuma mau antarin ini. Ini kan sudah jam makan siang, Di depan tidak ada orang makanya Nadine langsung masuk ucap Nadine bertubi - tubi. Nadine langsung pergi ya mas , Nadine meletakkan makanan di atas meja tamu dan langsung berlari meninggalkan ruangan dengan cepat.
"Na... tunggu... Aduh kenapa cepat sekali Nadine kaburnya.
"Daniel..... Daniel!” ane teriak dari bawah lantai.
"Uh, maaf banget ne.” Daniel sampai melupakan ane yang tergeletak di lantai karena memikirkan Nadine yang kabur begitu saja.
Daniel berjalan cepat menuju Pethouse nya. Dengan Lift khusus pimpinan, hanya butuh waktu 3 menit untuk Daniel samapi ke lantai 30 gedung pencakar langit ini.
"Nadine.. na ", Daniel ke ruang tamu, ke dapur sampai ke kamar Nadine tapi tidak menemukan sesuatu. "Nadine..... Daniel membuka pintu kamar mandi Nadine tapi tidak menemukan siapa pun. Aduh Nadine, kamu di mana.
"Mas, kenapa mas ? ucap Nadine yang baru saja datang dari arah kamar Daniel.
"Nadine... Daniel langsung memeluk erat Nadine, Nadine yang bingung hanya bisa mengusap punggung Daniel yang benar- benar agak gemetar.
"Kamu dari mana na ? MAs cariin ke mana- mana tapi tidak ada.
"Nadine dari kamarnya mas Daniel, bersihkan kamar mas yang super duper berantakan ucap Nadine dengan bibir cemberutnya.
Daniel hanya diam larut dalam pelukan Nadine, pingin banget gini terus pikir Daniel dalam hati.
"Mas Daniel, kenapa ?
"Tidak kenapa - kenapa na.
"Terus kenapa belum ngelepasin pelukannya ucap Nadine manis.
"Oh iya, mas ke Enakan na. hehehee
"Ya elah, makanya cepetan nikah dong mas, jangan asyik ngurusin perusahaan aja ucap Nadine yang baru saja lepas dari pelukan Daniel.
Ting Tong..
sebentar !
Nadine dengan buru - buru membuka pintu.
"Cari siapa mbak ?
"Mbak ? panggil saya kakak !
"Oh iya , maafin Nadine kak .
"Ada Daniel di rumah ?
"Ada, baru saja masuk kamar.
"Panggilkan dia ya, bilang ane nunggu di luar ucap ane dengan gaya sok ngartis nya.
"Oh siap kak.
Nadine bergegas mengetok kamar Daniel berkali - kali tapi tidak ada jawab dari Daniel. Mungkin sedang sholat pikir Nadine.
"Kak ane, sepertinya mas Daniel sedang sholat.
"Kalau gitu boleh aku masuk ? tanya ane.
"Boleh kak, silahkan masuk ucap Nadine yang meminta ane duduk di sofa tamu. "Kakak mau minum apa ? biar Nadine buatin.
"Kamu siapa ya ? , kok aku baru lihat kamu di sini ?