Bab 5

710 Words
"Hampir saja jantung Nadine lepas mas. "Kenapa emangnya jantung Nadine kok sampai mau lepas. "Iya dong bisa berkurang stok cowok ganteng kalau mas Daniel sudah nikah. "Yah kamu parah banget ngegombalin mas na. Nadine dengan cepat menyelesaikan masakannya dan menghidangkan di meja makan. Nadine mengambilkan mas Daniel nasi dan para lauknya , meletakkan piring tersebut di depan mas Daniel. "Mas kenapa diam ucap Nadine. "Mas senang ada kamu di sini. "Oh ya, Nadine juga senang mas mau mengizinkan Nadine tinggal di Panthouse mewah ini. Berasa mimpi, inikah rumah yang seperti di drama korea mas ucap Nadine riang. Daniel hanya tersenyum melihat tingkah riang Nadine. "Nadine istri kecilku ucap Daniel dapam hati. "Letakin di situ aja mas biar Nadine yang bersihkan ucap Nadine yang sedang mencuci gelas. "Mas mau masuk ke kamar ya na , mau periksa laporan yang tertinggal ucap Daniel yang di balas anggukan oleh Nadine. Hampir 15 menit Nadine berkutak di dapur, dan akhirnya semua beres. Nadine langsung menaiki ranjang untuk mengarungi mimpi. TIDAK, JANGAN, TIDAK, TOLONG. TOLONG ... TOLONG AMPUNI SAYA.. Daniel yang sedang memeriksa grafik penjualan langsung bergegas ke kamar Nadine. Nadine selalu begini pasca sadar, mengigau kejadian hari itu. Rasanya sangat sedih dan haru. Daniel membuka kamar Nadine dengan kunci cadangan, dengan cepat Daniel memeluk Nadine yang tampak cemas dalam tidurnya. "Na.. Nadine.. panggil Daniel .. na ... Minum air putih nya sayang ucap Daniel yang mulai khawatir karena Nadine terus berontak dalam tidurnya. Dengan cepat Daniel mengeluarkan obat penenang yang dokter sarankan bila hal ini terjadi. Daniel mengunyah obat pahit itu di dalam mulutnya dan memasukkan nya langsung ke mulut Nadine ala drama korea. Daniel pun kembali melakukannya agar Nadine bisa minum air lebih banyak. Kini Nadine sudah mulai tenang, tidak ada lagi teriakan dan geliatan tubuh Nadine seperti tadi. Daniel jadi teringat hasil olah TKP Polisi dan hasil visum Nadine di rumah sakit. Dokter mengatakan selain alat vital, ada benda tumpul yang di masukan ke area vital Nadine . Ukuran yang luar biasa untuk gadis muda seperti Nadine , itulah yang menyebabkan pendarahan di organ vital Nadine waktu itu. Polisi menemukan ujung sapu yang berlumur darah tak jauh dari TKP di duga sebagai alat untuk menyiksa Nadine . Daniel memijat kepalanya pusing. bagaimana bisa, seorang gadis riang seperti Nadine harus selalu histeris setiap malam. Tidak ada yang Daniel pikirkan kecuali do'a yang mampu memberikan Nadine kekuatan secara bathin. Pagi yang cerah di Negeri tetangga, cuaca yang baik dan udara yang lebih terasa nyaman membuat seorang gadis cantik masih memejamkan matanya enggan untuk bangun. Suara hentakan kaki dengan sepatu lebar tiba- tiba membuka mata gadis itu, dia segera berlari ke kamar mandi menyikat, membasuh wajahnya dan keluar dari kamarnya. "Mas tunggu Nadine buatkan sarapan dulu. "Loh na, tidak pa-pa, istirahat saja kamu na ucap Daniel sambil merapikan rambut kecil yang mengganggu wajah Nadine. "Aduh tidak bisa mas, tunggu sebentar aja. Nadine dengan cepat mengambil nasi dan telur serta bahan yang lain. 15 menit jadilah nasi goreng ala Nadine untuk porsi 1 orang. Nadine membuat coklat hangat dan menyajikannya di depan Daniel . "Nadine tidak makan ? "Nanti aja mas, Nadine mau mandi dulu ucap Nadine sambil duduk di depan Daniel menemaninya makan. "Aduh na, kamu emang idaman banget ucap Daniel dalam hati. Nadine tidak berhenti memperhatikan Daniel yang sedang asyik mengunyah makanannya. "Enak mas ? "Enak, mau coba ? ucap Daniel sambil menyodorkan sesendok nasi pada Nadine. Nadine tersenyum melihat tingkah mas Daniel nya itu. "Kalau Nadine makan di sendok yang sama dengan mas Daniel, tandanya kita sudah ciuman dong ucap Nadine sambil tersenyum Daniel yang mendengar itu Hampir saja nasi yang di makannya keluar semua karena tersedak. "Ciuman ? "Iya mas, Minum 1 sedotan yang sama, Minum 1 gelas yang sama itu namanya ciuman ucap Nadine sambil berdiri mengambil bekas piring dan gelas kotor yang di pakai Daniel. Daniel hampir saja tertawa terbahak - bahak mendengar kalimat dari Nadine, apa sih yang Nadine pikirin selama ini ? apa di usia nya sekarang Nadine belum pernah nonton film dewasa pikir Daniel dalam hati "Nah sekarang Big Bos Daniel sudah kenyang dan ganteng, sudah boleh pergi kerja ucap Nadine dengan senyum manisnya. Ingin sekali Daniel menggigit bibir kecil milik istrinya yang tersayang itu , efek terlalu imut bagi Daniel. Daniel melipat bibirnya sendiri menahan gemasnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD