Bab 12

711 Words
Di kantor Daniel sangat sIbuk dengan pekerjaan nya, tapi hatinya sungguh gelisah. detak jantungnya seperti tidak biasa, Daniel menjadi tampak murung dan tidak bersemangat sama sekali. Begitu tidak semangat melakukan apapun, mondar mandir di dalam ruangan nya sampai membuat Mauren pusing sendiri. "Pulang saja bila tidak ingin bekerja ! lo kelihatan aneh banget Daniel hari ini. Jangan terlalu di porsir , tidak baik untuk kesehatan. "Untuk apa aku pulang Mauren, di rumah tidak ada siapa pun, Daniel memijat pelipis nya . "Oh, jadi lo galau karena Nadine mulai kuliah hari ini ? Kita sudah mau masuk kepala 3 Daniel, kenapa terlalu memusingkan hal - hal yang sudah pasti ! "Belum ada yang pasti lin..., Nadine belum mengetahui apa pun. Dan aku gelisah bukan seperti biasa, ini aneh. Daniel mengacak rambutnya sampai berantakan. Mauren bingung harus menanggapi seperti apa kegalauan sahabat kecil nya ini. Mauren turut cemas atas perubahan sikap Daniel yang sangat berbeda setelah menikah. "Pergi ke kampus nya ! dan hubungi Nadine setelah lo sampai di sana. Daniel berhenti mengacak rambutnya dan menatap Mauren dengan pandangan bertanya. "Apa itu tidak masalah ? apa Nadine tidak akan marah ? "Nadine tidak akan marah bila lo nuruti petunjuk aku, dan bila dia meminta lo buat nunggu. Lo harus dengan sabar menunggu. Daniel menelan saliva nya , menatap Mauren intens dan akhirnya menganggukan kepala tanda setuju. "Terimakasih ya Mauren, bonus lo aku tambah lagi bulan ini wahai penasehat sejati ! "Terimakasih wahai rajaku ucap Mauren sambil membungkuk kan diri. DRRTRT......... Ponsel Nadine bergetar. "Na, mas di luar daerah parkiran ... , cepetan nyusul ya. Chat dari Daniel yang membuat Nadine bisa menarik nafas dengan lega. Nadine meremat dadanya berulang kali agar jantungnya dapat terkontrol ulang. "Na... Lin menggenggam jemari Nadine dengan lembut. Kamu gimana ? apa mulai Enakan ? Sontak pertanyaan Lin membuat seisi kelas menatap Nadine heran. Mungkin mereka bertanya dalam hati apa yang terjadi pada Nadine, atau mereka merasa Nadine adalah orang yang lebay. Sebenarnya Nadine sendiri adalah penderita Generalized anxiety disorder . Dalam kasus yang parah, gangguan kecemasan juga bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Generalized anxiety disorder adalah kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Jenis gangguan kecemasan ini berlangsung secara persisten dan cenderung tidak terkendali. "Lin, bisa antar aku ke parkiran ? seseorang sudah menunggu ku ucap Nadine sambil menelan saliva nya. Aku benar-benar sulit berjalan sekarang, kaki ku sangat lemas , Nadine menatap Lin sendu. "Tidak masalah na, ayo kita keparkiran. Lin membantu Nadine , memegang erat pinggang Nadine agar seimbang . Lin menatap Nadine yang penuh dengan peluh , dengan cepat lin menyapunya dengan tisu yang selalu siap sedia berada di tas lin. "Lin terimakasih, kau sangat baik padahal kita baru saja saling mengenal. Nadine tidak berbohong, Nadine benar-benar merasa terbantu oleh lin, seolah-olah Yang Maha Kuasa memang sudah menyiapkan Lin untuk Nadine. Nadine berharap lin tidak akan berubah pada akhirnya, dan dapat saling membantu seperti ini. "Iya tidak masalah na, tenang saja. Tapi apa boleh aku bertanya ? lin menatap Nadine ragu - ragu. Antara ingin bertanya atau tidak. "Lin, katakan saja... Nadine tersenyum melihat lin yang tampak sangat ragu. Nadine menggenggam jari tangan lin , memberi tahu lin bahwa tidak apa untuk mengatakan apapun. Lin melipat bibirnya dan tersenyum kepada Nadine. "Apa kau penderita Generalized anxiety disorder ? Tanya Lin sambil menunduk karena tidak ingin melihat reaksi Nadine. Lin merasa ini sangat keterlaluan untuk di tanyakan. tapi lin sangat ingin memastikannya, agar dia bisa berteman dengan Nadine untuk waktu yang lama. "Memang nya kenap lin ? kenapa kau bertanya seperti itu padaku ? "Oh.. tidak na, jangan salah paham. Aku tidak bermaksud apa - apa , aku hanya ingin tau ! tapi bila kau tak nyaman , aku tidak akan pernah bertanya apapun lagi. ucap lin dengan mengangkat satu tangan dan menggeleng kepalanya dengan cepat. "Ha ha ha haaaa..... Tidak apa Lin, jangan seperti. Aku mohon tetap lah biasa, aku butuh teman seperti mu. Aku akan memberi tahu mu, tapi tunggu sebentar aku akan menghubungi seseorang yang menunggu ku di luar. MY WIFE IS CALLING..... "Ya .... ada apa na ? Apa urusan di kampus belum selesai ? "Sudah selesai Mas, tapi tunggu Nadine 15 menit ya..... apa mas ada waktu ? "Oh tentu na... Mas akan menunggu. KLIK !
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD