Bab 9

924 Words
"Bener juga kata lo, bulan ini bonus lo aku naiki . "Wih , siap bos. Sekarang tolong deh periksa berkas yang numpuk di atas meja . Berkas itu sudah di tungguin , aku tidak sanggup di telepon terus ucap Mauren sambil berlalu. Nadine sangat sIbuk dengan masaknnya, sesekali Nadine bersandar dan berpikir pada bagian ujung meja makan. Nadine seolah sedang berusaha memutar otaknya. Nadine mengomel sendiri, dan terkadang tertawa sendiri. "Siang mas Daniel . "Siang Nadine, masak apa ? ucap Daniel yang berjalan mendekati Nadine dan mencicipi apa yang Nadine masak. DEG DEG DEG , Nadine menelan salivanya saat tubuh Daniel mendekati Nadine. Terasa aroma parfum mahal milik Daniel yang mengisi seluruh ruang di otak Nadine. "Na.... "Egh iya mas, ucap Nadine yang hanya bengong seperti ayam jago kesambet hari ini. "Nadine kenapa ucap Daniel lembut tepat di depan bibir Nadine. Bahkan nafas Daniel terasa menerpa wajah Nadine. Aroma mint dari hawa nafas Daniel membuat Nadine lagi - lagi menelan salivanya. "Mas jangan terlalu dekat dengan Nadine, ucap Nadine mendorong Daniel yang sudah tidak berjarak dengan Nadine. "Oh, maafin mas na... Daniel tampak canggung karena tanpa sadar mendekati Nadine intens. Nadine menyiapkan makanan di atas meja dengan rapi dan manis. "Uh... Nadine melipat kedua pahanya. "Kenapa na ? "Sepertinya Nadine mau datang bulan mas, karena bagian panggul , pinggang sampai paha Nadine rasanya silu ucap Nadine meringis. "Duh maafin mas na, ucap Daniel dalam hati Daniel dan Nadine menyantap makan siang dalam diam, tidak ada yang memulai pembicaraan. Daniel yang tampak berusaha biasa saja, dan Nadine yang entah kenapa selalu berdebar setiap melihat Daniel membuat suasana menjadi canggung. "Na, gimana kalau kita jalan - jalan hari ini ? "Maaf mas, Nadine tidak suka jalan - jalan. Lagi pula Nadine sakit sudah 1 tahun jadi banyak pelajaran yang tertinggal. Nadine mau belajar saja di rumah. Daniel tersenyum mendengar jawaban Nadine. "Baiklah na, kita di rumah saja . "Apa mas tidak kembali ke kantor ? "Tidak, mas sedang ingin di rumah. Kenapa kamu senyum - senyum sendiri na ? "Tidak, Nadine hanya mikir aja kenapa mas masih saja tampan di umur yang hampir kepala 3 ini. Daniel tersipu malu mendengar ucapan Nadine, pipinya langsung memerah mendengar sang istri memuji. "Rencananya Nadine mau coba buka hati pas kuliah ini mas. Gimana menurut mas ? UHUK... UHUK... "Air naa... air.. "Aduh mas, kenapa tersedak gini ucap Nadine sambil menggosok pundak Daniel. Seandainya Nadine tau Daniel begini karena ucapan Nadine tadi . ah... entahlah yang jelas jangan sampai Nadine punya laki - laki lain. "Na, kamu tidak boleh pacaran. Kan di sini niatnya kuliah jadi kenapa malah pikir masalah hati ? Nadine menelan salivanya karena membenarkan semua ucapan Daniel. "Mas, Nadine mau nanya ? mas Daniel pernah gak mimpi melakukan hubungan badan sama orang terdekat mas. UHUK.... UHUK.. "Mas kenapa sih hari ini ucap Nadine khawatir dengan Daniel. Daniel hanya diam dan menelan air mineral berkali - kali. Rasanya mau lepas jantung Daniel mendengar Nadine berbicara seperti itu. Apa Nadine ingat ? "Emang Nadine mimpi apa ? tanya Daniel mencoba memberanikan diri. wajah Nadine tampak ragu untuk berkata. berkali - kali Nadine menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Nadine melakukan itu mas, ucap Nadine tersipu malu. Eehm. Daniel berdehem kerasa. "Na, mas ada keperluan di kantor, mas balik dulu ya ke sana ucap Daniel buru - buru pergi. "Tadi mas bilang tidak mau ke kantor lagi ? Hah.... Nadine mendesah kesal melihat Daniel yang buru - buru pergi. Kebiasaan Daniel yang sering mengganggu kejiwaan Nadine adalah pergi di saat pembicaraan masih menggantung. Daniel melangkah memasuki ruangannya dengan tergesa, apa lagi kalau bukan karena mencari Mauren dan meminta ilmu dunia percintaan dengan sahabatnya itu. "Daniel mau ke mana buru - buru ucap Mauren yang sedang asyik dengan berkas nya. Mendengar pertanyaan Mauren, Daniel menoleh pada Mauren dan langsung dengan cepat menanyakan banyak pertanyaan. Mauren yang terkejut dengan kelakuan bos sekaligus sahabatnya itu hanya bengong karena bingung mau menjawab apa . "Sinu deh Mauren ap, aku mau bicara 4 mata sama lo. "TumDaniel ? Lo serius begini Daniel ucap Mauren sambil menyelidik gelagat Daniel. "Aku tidak mau basa basi walaupun aku tau lo suka banget dengan hal yang ribet begitu. aku kacau banget Mauren, sepertinya Nadine ingat kejadian subub itu. Terus Nadine bilang paha , pinggang sama bagian tertentunya sakit banget ! aku harus gimana ? "Hahhahaaa, lo bodoh banget Daniel ! itu biasa kali. Bisa juga karena barang lo ke besaran. "Ah. Stress lo Mauren ngomong begituan ! "Nah ini fakta Daniel. Sepertinya lo harus belajar lebih banyak di internet ucap Mauren sambil berlalu meninggalkan Daniel. tidak ada yang bisa Daniel lakuin saat ini, perasaan yang kacau dan pikiran yang melayang membuat Daniel hanya memutar penanya berkali - kali. bagaimana carany agar Nadine bisa jatuh hati padanya . Daniel berpikir sesaat dengan kemungkinan itu, permintaan orang tua Nadine untuk merahasiakan ini sangat mengecewakan segalanya BRAK, , Daniel memukul meja dengan frustasi. Daniel mengigit bibirnya gelisah , sekelabab pemikiran kini bermunculan. Apa ini efek Daniel yang telah bercinta dengan Nadine . Daniel merasa sedikit lebih berbeda dan ingin mengatur hidup Nadine Apa ini benar ? Kenapa aku jadi begini ? Ah ini sangat tidak baik, bagaimana bila nanti Nadine mulai kuliah . Apa aku akan membuntutinya sampai di kelas dan mengikuti mata kuliahnya ? atau aku kuliah lagi mengambil jurusan yang sama dengan Nadine ? Argh... kacau ! Ini pasti karena efek bercinta, membuat aku tidak lagi memiliki pemikiran lain kecuali Nadine. oh Nadine..... ya ampun manisnya kamu sayang, Nadine betul - betul mempermainkan pikiran ku. Penuh dengan Nadine, semua tentang Nadine.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD