Sedangkan di tempat lain ada seorang bayi laki - laki yang terus menangis mambuat seorang pria dengan setelan jas mahal terperanjat dari pekerjaannya. Dengan telaten pria itu menenangkan sang bayi. Mengelusnya dalam dekapan agar bayi tersebut lebih tenang.
Tentu saja terjadi, tak lama pria itu mendekap sang bayi Suara tangisan perlahan menghilang. Senyum lembut pria tersebut mengembang seolah bangga atas kerja kerasnya menenangkan sang bayi.
TOK TOK TOK..
"Tuan makan malam nya telah siap.
"Baiklah katakan pada Papa sebentar lagi saya akan turun ucap sang pria meninggalkan bayi yang sudah tertidur lelap di ranjangnya
Jika semua manusia di ciptakan beradab tentu tidak akan ada lika - liku dalam kehidupan manusia
Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, Sebutan orang beradab sesungguhnya berarti bahwa orang itu mengetahui aturan tentang adab atau sopan santun yang ditentukan dalam agama.
Tidak seperti biasa, Nadine yang sudah siap menimba ilmu kini telah berpakaian rapi. Dirinya siap untuk berangkat ke kampus yang terkenal dengan Lulusan Kedokterannya. Dulu Nadine sempat mengirimkan berkas untuk mendapatkan beasiswa ke Universitas ini, tapi sayang tidak ada balasan. Sampai Universitas dalam negeri memberitahukan pada Nadine bahwa ia telah lulus dengan beasiswa penuh. Siapa yang tidak bahagia.
Daniel dari semalam sudah berkeras untuk mengantarkan Nadine, walaupun Nadine mengatakan bisa menggunakan taksi online, tapi tetap saja Daniel terus memaksa.
"Makan dulu mas, ucap Nadine yang sudah merapikan sarapan pagi di atas meja.
Daniel menarik kursi makannya pelan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, membuat Nadine menyunggingkan senyumnya. Kata orang belanda, yang bisa menarik kursi makan tanpa suara itu pertanda bahwa dia adalah orang yang sabar dan setia.
"Pagi ini cerah sekali ya na, apalagi di tambah senyum kamu ucap Daniel menggoda Nadine.
"Mas juara kalau sudah menggoda Nadine.
"Mas antar kamu terus balik ke kantor . Jam berapa kamu mau di jemput lagi na ?
"Nanti Nadine telpon mas ya, karena ini kuliah pertama jadi hari nya biasa tidak menentu ucap Nadine menatap Daniel dengan senyum.
Daniel yang melihat senyum Nadine kini sekan memiliki kupu - kupu di wajahnya yang sedang asyik menari - nari, membuat Daniel tidak bisa menghentikan senyuman di bibir tipisnya.
"Sudah dong senyumnya, di makan tuh enatr dingin semua ucap Nadine yang kembali menggoda Daniel.
Daniel makan dengan pelan sambil melipat bibirnya, bisa di bilang Daniel saat ini sungguh sedang berbunga - bunga. Daniel terus melihat ke arah arlojinya takut Nadine terlambat sampai ke kampus
"Mas santai aja, ini kan kuliah pertama Nadine, tidak mungkin langsung belajar mas ucap Nadine meyakinkan Daniel.
Daniel hanya mengangguk tanda setuju dengan ucapan Nadine.
"Na, masakan kmau Enak banget.
"Bunda yang terus ngajarin dan ngajakin Nadine masak. Makanya Nadine jadi bisa sedikit - sedikit ucap Nadine merendah.
"Kalau gitu sudah siap dong jadi istri, biar sempurna sebagai wanita na...
"Insyaallah siap mas, lagian Nadine kan pengennya emang cepat nikah. Tapi jodohnya yang belum ketemu mas .
"Kalau sama mas gimana ? Ucap Daniel memancing pembicaraan
"Emangnya mas mau sama Nadine yang begini keadaannya, tidak cantik dan tidak berbody sexy ucap Nadine menilai dirinya.
"Kamu na, bisa aja ngeles nya lagian mas tidak butuh yang begituan, seiring berjalannya waktu juga bakal sirna. Cuma Hati dan akhlak yang terus ada walaupun kita sudah di alam lain. ucap Daniel bercermah ria.
Daniel dan Nadine telah selesai dengan sarapannya, mereka berdua bergegas menuju kampus Nadine yang tidak jauh dari Panthouse milik Daniel. Jalanan di negara ini tidak macet seperti Negara asal Daniel dan Nadine. membuat mereka lebih tepat waktu untuk sampai.
"Na, pulang dari kampus jangan lupa telpon mas, ucap Daniel sambil melepas sabuk pengaman milik Nadine.
Wajah Daniel yang sangat dekat dengan Nadine, membuat Nadine berhenti bernafas karena debaran jantung yang tiba - tiba tidak bersahabat.
"Kenapa rasanya begini kalau dekat mas Daniel ucap Nadine sambil menatap Daniel.
Daniel berhenti tepat di depan wajah Nadine saat mendengar Nadine mengatakan itu. Daniel menoleh ke kiri dan mengecup bibir Nadine lembut, Nadine yang terkejut dengan kecupan lembut itu menatap Daniel dan kembali mengecup bibir Daniel .
"Apa ini ? bathin Daniel bertanya
Kecupan singkat itu berhasil membuat Daniel dan Nadine saling tersipu malu. wajah Daniel dan Nadine sudah memerah.
"Turun na, nanti terlambat.
Nadine hanya mengangguk tanpa bicara, Nadine kembali menatap Daniel dan tersenyum manis.
"Sepertinya Nadine mulai puber mas, mas bakal jadi target utama Nadine ucap Nadine sambil terkekeh.
Daniel melebarkan matanya lagi, begitu penuh kejutan hari ini ! membuat Daniel tidak memiliki keinginan lain kecuali mencumbu dan mendekap Nadine dalam pelukannya.
"Mas ikhlas jadi target kamu na, sampai batas mana pun mas tetap ok !
"Waw, Nadine jadi merinding hehehee.. Sudah sana balik kantor. Nadine mau masuk mas.
Nadine sangat bahagia karena pada akhirnya di bisa menginjakkan kaki di kampus yang terkenal ini. Nadine menyapa semua orang yang dia temui di jalan, membuat wajah Negara asalnya begitu terasa karena terkenal dengan keramahan.
Di kampus ini, semua orang menggunakan bahasa inggris karena hampir 75 % adalah Mahasiswa dan Mahasiswi pendatang. Nadine yang sudah pasih dan sangat aktif menggunakan bahasa inggris pun santai saja. Tidak gentar sama sekali.
"Selamat pagi pak ucap Nadine kepada seoranga laki - laki yang baru saja turun dari mobilnya.