"Tapi Sania, bagaimana bisa menganggap bagian keluarga ini tidak ada. ucap Ayah Nadine.
"Kita tidak membuangnya mas, anak itu di culik, hilang ! ucap Tante Sania dengan penekan agar semua yang ada di sini dapat mengerti maksud Tante Sania.
Biarkan Nadine bahagia mas, sakit pada jasmani dan rohani nya saja sudah tidak Terbendung . Apalagi bila Nadine tau dia hamil dari anak orang yang telah merudapaksanya ucap Tante Sania lagi memberi penjelasan.
"Bagaimana menurut kalian semua Tante Sania bertanya. Mas ? Kakak ? Mbak ? Daniel ? Apa jawaban kalian. Bila kalian semua setuju aku akan mencabut laporan polisi dan menghubungi kepala rumah sakit ini. Toh mereka lah yang merugi bila kasus ini di lanjutkan ucap Tante Sania dengan gaya pengacaranya.
Semua orang menelan ludahnya sendiri. Tidak ada yang bersuara atas keputusan berani Sania malam ini.
"Aku tidak pernah ingin ini terjadi, betul yang Sania bilang. Kita tidak membuang cucu kita, anak itu di culik. Mungkin ini adalah salah satu bentuk kelapangan Yang Maha Kuasa beri untuk hidup Nadine ucap Bunda kepada semua orang yang ada.
Semua orang terdiam setelah mendengar kalimat yang Bunda Nadine ucapkan terakhir kali. Tante Sania telah mengatur semua rencana dengan matang. Bahkan segala kemungkinan ketika Nadine kembali dalam kesadarannya.
"Baiklah, karena memang keluarga kita sedikit jadi tidak banyak yang bisa memberitahu Nadine atas semua hal yang terjadi ucap Tante Sania. Setelah Nadine sadar kita semua harus menyarankan Nadine untuk tinggal bersama Daniel di singapura ucap Tante Sania kepada semua yang di tanggapi dengan anggukan. Demi kebaikan Nadine kita semua harus ikhlas !
Beberapa hari berlalu sejak insiden beruntun terjadi, sang suami masih setia merawat istrinya . Hari ini adalah 1 Tahun pernikahan Daniel dan Nadine. Daniel yang mulai sIbuk mengurus Perusahaan Pusat di Singapura harus sanggup bolak balik ke Indonesia demi melihat dengan jelas perkembangan sang istri.
"Ah, kenapa pakai lowbat ni ponsel rutuk Daniel dalam hati yang tidak bisa menghubungi sopir pribadinya. Dengan terpaksa Daniel menggunakan taksi yang di sediakan oleh bandara.
Tap.tap.tap.tap. Suara langkah cepat kaki Daniel bergema di seluruh lorong ruangan rawat inap rumah sakit tersebut.
Kreyt, suara pintu terbuka.
Daniel menatap seorang gadis dengan tubuh rapuh di atas ranjang yang tampak sendu menatap ke arah Ayah dan Bunda. Dengan langkah cepat Daniel menghampiri Nadine dan menciumi wajah Nadine hampir tidak tersisa.
Nadine yang terkejut menolak perlakuan Daniel tapi tidak mampu menolaknya karena tubuh yang masih lemah.
"Na... Oh Nadine akhirnya kamu sadar sayang ucap Daniel yang sudah berurai air mata.
"Siapa kamu ucap Nadine lembut
"Daniel menatap kedua orang tua Nadine.
"Daniel ayo kita keluar ucap Ayah Nadine.
Dengan langkah lesu karena rindu yang masih tertahan, Daniel terpaksa mengikuti Ayah Nadine keluar dari kamar rawat inap.
"Duduklah Daniel, Ayah menepuk kursi tepat di sampingnya. Kami menelepon mu berulang kali Daniel, tapi ponsel mu tidak aktif dari 3 jam yang lalu ucap Ayah memberi penjelasan agar tak salah paham.
"Iya aku tidak melihat ponsel ku yang sudah kehabisan baterai ucap Daniel mengerti kesalahannya.
"Nadine mengalami Amnesia, amnesia sendiri merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan memori ingatannya, gangguan ini menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat pengalaman, kejadian yang pernah dialami, dan mengingat informasi. Selain itu, pengidap amnesia juga akan kesulitan untuk membentuk ingatan baru. Itu yang dokter katakan pada kami tadi.
Jenis Amnesia nya adalah Transient Global Amnesia, Pengidap amnesia jenis ini biasanya akan mengalami hilang ingatan pada kejadian tertentu secara total, walaupun kejadian tersebut baru saja dialaminya. Amnesia jenis ini disebabkan karena adanya cedera yang berhubungan dengan kepala akibat dari terlalu sering melakukan aktivitas yang berat.
Jadi Nadine hanya lupa pada saat hari pemerkosaan itu terjadi ucap Ayah menjelaskan. Ayah, Bunda dan kedua orang tua kamu setuju untuk merahasiakan pernikahan kalian .
Daniel menatap Nadiner Ayah Nadine walaupun berusaha untuk mengerti.
"Tenang Daniel, Ayah tau ini bagi kamu sulit. Tapi ikuti dulu ini biar Nadine tidak syok ucap Ayah Nadine.
Daniel masih terdiam tidak ada suara, perasaan bahagia bahwa Nadine telah sadar, perasaan sedih karena tidak di akui. Semua tercampur menjadi satu. Daniel berdiri dari duduknya dan masuk ke kamar Nadine dengan senyum indahnya.
"Nadine, apa Nadine lupa sama mas ucap Daniel tersenyum.
"Siapa ? Nadine bertanya lembut.
"Ini aku mas Daniel anaknya Tante bela dan om jansen .
Nadine menatap kedua orang tuanya.
"Iya sayang ini mas Daniel anaknya Tante bela dan om jansen yang selalu ngrimi kamu hadiah ulang tahun ucap Bunda Nadine menjelaskan.
"Ouh iya mas, maafin Nadine yang terkejut tadi . Habisnya mas ciumi Nadine seperti suami yang lama di tinggal istri ucap Nadine dengan senyum manisnya.
Antara mau nangis dan mau ketawa tidak lagi bisa Daniel bedakan.
"Jadi kapan Nadine daftar kuliah di Singapura, Nadine kan sudah bilang kalau mau kuliah kedokteran di Singapura sebelum jatuh sakit ucap Daniel yang sudah merencanakan sesuatu.
"Apa beasiswa Nadine tembus Bunda ? tanya Nadine pada Bundanya.
Bunda Nadine menganggukkan kepala mengiyakan.
"Yang bener, Masyaallah Nadine kaget banget loh Bunda. Alhamdullilah. Tapi masih bisa gak ya mas ? Inikan sudah lebih 1 Tahun ucap Nadine yang sudah tau bahwa dirinya koma lebih dari 12 bulan.
"Bisa nanti mas yang atur ucap Daniel dengan senyum nya.
"Tapi dengan satu syarat ucap Tante Sania yang baru datang dan menyimak semuanya.
"Apa Tante sayang ucap Nadine manja.
"Nadine tidak boleh tinggal di asrama, tinggalnya harus sama mas Daniel. Kan rumah mas Daniel di sana ucap Tante Sania yang memberikan kode pada Ayah Nadine.
"Iya Ayah boleh kalau Nadine tinggalnya di rumah mas Daniel ucap Ayah sok cemberut.
"Ok - Ok kalau mas Daniel entar sudah cek di kampus sana dan masih bisa kuliah dengan beasiswa, Nadine janji akan tinggal di rumah mas Daniel sampai lulus ucap Nadine bahagia.
"Alhamdulliah ucap Bunda bersyukur ada saja kelapangan Yang Maha Kuasa
Daniel mengumpulkan semua ijazah Nadine. Daniel bermaksud mendaftarkan kuliah Nadine dan langsung membayar penuh uang kuliahnya, dan berkompromi dengan kampus agar ini di anggap sebagai BEASISWA bila bicara kepada Nadine.