Hiyya POV
Di tempat janjian dengan teman-temanku. Lebih tepatnya teman-teman Madrasahku. Aku datang ke rumah Tasmira memang terlambat dari waktu kita janjian. Aku datang mungkin sekitar pukul 19.45 seharusnya aku datang setelah sholat isya’ tadi. Mereka sempat juga sih marah, tapi akhirnya dimaafin juga hehehe memang kalian temen terbaikku. Maaf.
Aku sampai di rumah Tasmira dengan langkah terburu-buru dan nafas yang ngos-ngosan.
“Assalamu’alaikum semua Afwan ya aku telat.” kataku.
“Nah! ni orang yang di tunggu-tunggu dari tadi udah dateng.” Kata Tasmira.
“Iya maaf semua tadi ada masalah sedikit.” kataku lagi.
“Inggih ndak papa kita tau kok kesibukannya bu ustazah yang satu ini.” kata salah satu temanku.
“Udah ah wis ayo kita rundingan, nanti keburu malem.” kataku.
“Wis ket mau kali malamnya.” ucap Tasmira. ia masih kesal denganku.
“Iya deh afwaan ya Tasmira sayang, jangan ngambek lah yaya.” Kataku mencoba merayunya. Dia hanya diam. Ku pasang wajah memelasku di depannya. Kemudian pada akhirnya dia luluh juga.
“Ih wis to Ya ndak usah pasang muka melas kayak gitu iya iya tak maafin. Yo wis ayolah kalo gitu diskusinya.” katanya.
“hehe iya ayo.” sambungku. Sahabatku yang satu ini memang tidak bisa menolak permintaan maafku apalagi kalau sudah melihat muka melasku uh semakin leleh deh hatinya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya kami memang selalu mengadakan silatruhami setelah sholat ied. Kami bersilaturahmi kepada guru-guru yang telah mengajar kami. Seperti tahun-tahun lalu, aku selalu meminta waktu 3 sampai satu minggu untuk acara dengan keluarga. Mereka pun setuju. Mengapa aku meminta waktu yang cukup lama memang jaraknya dan mereka pun menyetujuinya? Alasan kami sama. Kami ingin di seminggu pertama bulan syawal ini kami menikmatinya dengan keluarga besar. Baru minggu berikutnya kami menghabiskannya dengan sahabat, teman, atau bahkan acara halal bihalal lainnya.
“Oh ya, terus gimana rencana kita tahun ini? masak acaranya halal bihalal doang sama guru-guru, bosen tau. acaranya itu-itu aja.” kata salah seorang temanku.
“Ah...iya iya, bosen juga sih...terus gimana dong? sambung Tasmira.
“Mmm....iya ya mmm gimana kalo tahun ini acaranya di bikin double aja ?” kataku.
“Hah double maksute piye?” tanya mereka serempak.
“Ya kita gabungin aja acaranya.” kataku.
“Iyo....tapi apanya yang di gabung Hiyya?” kata Tasmira.
“Gini kita halal bihalalnya sekalian aja sama anak yatim gimana? Ya, hitung-hitung bagi-bagi rezeki hari raya sama mereka, terus juga sekalian reunian nah kalo itu udah kita ke rumahnya guru-guru bareng-bareng aja. Kan pasti mereka juga seneng kalo semua muridnya masih ingat dengannya. Tapi....” kataku terhenti.
“Tapi opo Ya?”
“Ya tapi kalau sekarang kita yang ngasih rezeki buat guru-guru. Kan sekarang kita juga udah dewasa kan, malah udah banyak yang kerja layak. jadi apa salahnya kita memberi mereka guru-guru kita.” kataku.
“Hmmm.....ya, boleh juga sih, tapi apa yang harus kita kasih?” tanya Tasmira dan di setujui dengan anggukan mereka.
“Terserah.” kataku.
“Tapi, kan teman kita ada juga yang ndak bisa beli hadiah gimana? dan juga pasti kalo ada acara kayak gini gak bakal dateng dengan alasan malu gimana?” tanya salah seorang temanku.
“Ya udah, gini ya sekarang giliran kita yang menurunkan ego untuk bersilaturahmi ke rumahnya. Dia ndak usah ngasih kalau memang tidak ada. Kita aja yang ngasih gimana? hitung-hitung kita bantu ngirim rezekinya. Kan sebagai teman kita harus saling memberi dan tolong menolong. Bagaimanapun keadaannya juga tetap teman kita kan? Jadi gimana setuju gak? kataku.
“emm, aku setuju kalo acaranya kayak itu.”
“iya, aku juga setuju.”
“setuju.” Semua temanku yang hadir menyetujui.
“Alhamdulillah kalau semuanya setuju.” kataku.
“Jadi agenda tahun ini selain halal bihalal juga saling berbagi kebahagian ok..” kata Tasmira.
“Ok semua akan disiapkan, Ih, ndak percuma aku punya temen ustazah plus hafidzah, acara halal bihalal tahun ini pasti berkesan banget buat semuanya.” kata Tasmira.
“Ndak usah berlebihan kali Tas. Oh ya...buat semuanya jangan lupa siapin hadiahnya ya!” kataku.
“Ok.”
“Siap.”
“InsyaAllah” Jawab mereka. Ya, semoga acara ini tidak akan membawa pada kemudhorotan.
♠♠♠