Tolong Aku

1644 Words

Degup-degup jantung bertalu bisa didengar oleh telinganya sendiri. Gemetar jari Erwin saat menulis balasan pesan. [Devi? Apa kabar? Ada apa?] [Betul ini nomor Mas Erwin?] [Iya. ini nomorku, Dev.] [Oke, Mas. Ponselku rusak, beberapa nomor hilang. Aku harus entri manual lagi.] [Oh, oke.] Ada seiris kecewa yang menyelinap di hati Erwin. Jadi hanya itu alasan Devi mengirim pesan? Entahlah, ia berharap ada yang lebih dari itu. Ia masih menginginkan keakraban dari Devi. [Maaf sudah mengganggu, yaaa.] [Oke, Dev. Kalau ada apa-apa, kontak aja aku.] [Betul, nih?] [Serius.] [Asiiik.] Lalu, perbincangan terputus begitu saja. Erwin tercenung. Hatinya dilanda dilema. Di satu sisi, ada rasa bersalah yang hinggap karena sekarang ia berstatus calon suami Saras. Namun, rasa puas dan bahagia tel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD