Dia Keluar Kota

1628 Words

“Jawab!” Teriak Erwin. Suara kerasnya membuat Devi membuka mata. Erwin yang membelakangi Devi tak menyadari hal itu. Sang asistenlah yang menjerit lantaran ketakutan. “Ibu bangun!” serunya. Erwin membalik badan. Ia dapati Devi memandangnya. “Mas? Ka—kamu datang?” tanyanya lirih. Suara Devi amat lirih hingga hampir serupa bisikan. Erwin menghambur ke sisi Devi. “Kamu kenapa, Dev?” raung Erwin. “A—aku pendarahan. Tolong ...” bisik Devi, lemah. “Aku akan membawamu ke rumah sakit,” ujar Erwin cepat. Namun, kemudian Erwin tertegun. Ia kebingungan. Bagaimana caranya ia membawa Devi ke rumah sakit? Menggunakan sepeda motornya jelas tak mungkin. “Ada mobil di garasi. Bawa aku dengan itu,” ujar Devi lirih. Devi menoleh ke arah asistennya. Asisten rumahnya lekas mengambil kunci mobil dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD