Tangis Seorang Ibu

2127 Words

“Jadi, apa yang terjadi?” tanya Shinta. “Kamu lihat foto-foto ini,” ujar Saras. Ia mengeluarkan ponsel dari dalam tas, lalu membuka galeri foto yang berisi kiriman foto dari Pak Doni. Shinta mengamati foto-foto tersebut satu per satu. Ekspresinya datar, karena memang ia tak mengenal Devi maupun ibunya. Namun, kelopak mata Shinta melebar pada foto yang menampakkan Erwin memapah Devi. “Siapa orang-orang ini? Apa hubungannya dengan Mas Erwin?” tanya Shinta beruntun. “Itu mantan pacar Mas Erwin bersama orangtuanya,” jawab Saras dingin. Kembali kelopak mata Shinta terbeliak, lalu terdengar desahan napasnya yang dibuang keras-keras. “Nggak cantik. Kurus begini?” cela Shinta. Tiba-tiba tangis Saras meledak. Shinta sampai terkejut karena tak menduga reaksi Saras. Namun, Shinta sigap memeluk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD