Aku Khilaf

2143 Words

Ibu Devi memandangi kepergian Saras dari balik jendela rumah. Sosok Saras yang menjauh bersama sepeda motornya mengabur. Bukan lantaran kabut ataupun jarak, melainkan karena mata tuanya kembali digenangi air mata. “Aku mau istirahat lagi di kamar, Mah,” ujar Devi. Devi berlalu dengan langkah pelan menuju kamar tidur semasa ia gadis di rumah orangtuanya. Ibu Devi terduduk di sofa. Ia teringat lagi akan kejadian beberapa minggu yang lalu, sebelum ayah Devi meninggal dunia. Saat itu suaminya masih segar dan sehat, meskipun tua namun tetap bugar. Devi datang berkunjung. Seperti biasa, putri bungsunya pulang membawa banyak sekali oleh-oleh. Hanya saja, tidak ada Budi yang mengantarnya. Budi memang jarang datang karena kesibukannya. Ibu Devi sama sekali tidak berkeberatan, karena sejak awal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD