Aku dan Mas Pram buru-buru keluar kamar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Takut. Ya mendengar bagaimana Mayang bersuara, kami memang takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada Ibu. "Bu … jangan lakukan, Bu …." Mayang tersedu menatap sang ibu yang …. Astaghfirullah … jantungku seakan berhenti berdetak melihat drama yang tengah berlangsung di hadapanku. Mataku menatap tajam, mencoba memastikan benda apa yang Ibu pegang. Ya Allah …. Ibu … Ibu memegang racun rumput di tangannya? Apa dia serius ingin mengakhiri hidupnya hanya karena tak rela sang anak memutuskan untuk pergi bersama anak-istrinya? Bukankah pemikirannya teramat picik? Adakah Ibu di belahan dunia lain yang seperti mertuaku ini? Terlihat olehku, melihat sang ibu yang nekat ingin mengakhiri hidupnya, Mas Pram dia

