Memberi Mereka Pelajaran

1553 Words

"Listi." Saat mendekati ambang pintu, untuk kedua kalinya aku terpaksa menoleh saat Mas Arkan memanggil namaku. Mau apa lagi, sih dia? Tak bisakah dia mengerti tentang perasaanku sekarang? Bagaimana hancurnya hatiku setelah apa yang kucita-citakan bersama orang yang aku cintai kandas? Tak bisakah dia berempati barang sedikit pun? "Iya, Mas?" Aku mati-matian berusaha tetap bersikap tenang di hadapan wanita paruh baya yang sore ini pasti merasa jadi pemenang sekaligus pecundang. Bagaimana tidak? Saat anak kesayangannya dengan tega melepasku, anak yang lain justru bersiap sedia 'menangkapku' dengan sukarela. Bukankah itu sebuah ironi? "Biar aku antar kamu pulang." Mas Arkan membalas tanpa ragu pertanyaanku. Membuat napas Bu Ninik naik turun dengan wajah yang tampak gelisah. Sementara waja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD