Suami Misterius

1709 Words

"Emang nyaman tidur pake jilbab begitu?" Mas Arkan yang sudah lebih dulu berbaring di atas ranjang, membuatku tersentak dengan pertanyaannya yang tiba-tiba. "Kenapa emangnya?" balasku sedikit gugup sembari berusaha mengalihkan pandangan. Tak ingin rasa canggung ini diketahui olehnya. Ya, tidur seranjang dengan seorang dokter yang nyatanya kini telah menjadi pasangan halalku, tak serta-merta membuat hatiku nyaman. Ada rasa sungkan, juga perasaan tak tenang ketika berada di dekatnya. "Enggak apa-apa, cuma nanya. Emang nyaman?" ulangnya sambil menatapku dengan tatapan yang entah kenapa terlihat menjengkelkan. Tidak! Bukan cuma gaya bicaranya yang menyebalkan, tapi juga caranya menatap. Dia benar-benar terlihat seperti laki-laki berotak jorok sekarang. Ugh! Bikin aku jadi makin keki saja.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD