Rumit Part 22

1923 Words

“Zidan, sini.” Dirgantara memanggil cucunya yang duduk di karpet. Anak-anak memang lebih suka duduk di bawah ketimbang di sofa. Selain itu anak-anak juga lebih suka nonton dekat dengan layar televisi padahal itu bisa merusak mata. Zidan menghampiri kakeknya. “Kenapa, Kek? Apa Kakek nggak suka filmnya?” tanyanya. Saat ini mereka sedang nonton film Doraemon. Mungkin kakeknya tidak suka film itu dan minta diganti. Dirgantara mendudukan Zidan di sampingnya. “Kakek mau ngomong serius sama kamu. Penting.” “Mau ngomong apa? Bukan yang susah-susah, kan?” Dirgantara tertawa sembari mengusap-usap kepala cucunya. “Enggak, tenang aja gampang kok pertanyaannya. Gak ada hitungannya.” “Ya udah boleh. Kakek mau tanya apa?" “Anak pintar," ucap Dirgantara sambil mengusap kepala Zidan lagi. Dirgantara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD