bagian 2

883 Words
tahun ini Nasya akan menghadapi ujian kelulusan, untuk siap masuk kuliah tapi jika dia lulus, mungkin dia tidak akan lanjut ke perguruan tinggi, bukan tidak ingin tetapi orang tuanya tidak memiliki banyak uang. bisa di bilang hidup Nasya adalah ketidak sengaja an, karena ibunya saat itu sudah tidak ingin hamil lagi karena keterbatasan ekonomi. tapi karena sudah terlanjur hamil maka dia harus menerimanya, ayahnya tidak terlalu perduli dengan Nasya karena dia adalah seorang perempuan , dalam pikiran ayahnya bahwa seorang wanita tidak bisa menghasilkan uang lebih sehingga dapat lulus SMA saja ,sudah lumayan. Nasya sangat sedih namun harus menerima semua keputusan itu dari ayahnya, karena walau bagaimanapun ayahnya lah yang menjadi kepala keluarga dan yang paling bekerja keras. ibunya sebenarnya kurang setuju dengan pikiran suaminya itu, bahwa seorang wanita tidak dapat menghasilkan apa-apa selain menjadi seorang wanita/ istri. Nasya ingin belajar giat untuk bisa lulus dengan nilai yang memuaskan, karena selama dia bersekolah dia tidak pernah mendapat nilai rapot yang jelek, dia selalu mendapat peringkat pertama dan peringkat ketiga. itu dia ingin buktikan pada ayahnya, bahwa dengan dia bersekolah dan mendapatkan nilai yang bagus bisa membuat pikiran ayahnya berubah dan mengijinkan dia masuk perguruan tinggi. tetapi itu hanya mimpi Nasya seorang, ayahnya punya watak keras kepala, tentu tidak akan merubah keputusannya , "ayah tidak bisa kah sedikit saja ayah kasihan padaku? tanya Nasya pada ayahnya yang saat itu sedang membaca buku, ayahnya tak bergeming bahkan dia seperti tidak mendengar ada yang sedang berbicara padanya. " ayah tau tidak,dengan mengijinkan aku masuk perguruan tinggi aku yakin akan sekolah sambil bekerja paruh waktu agar bisa membatu ayah untuk uang kuliahku, " kata Nasya mencoba menjelaskan pada ayahnya " aku akan mengganti semua uang yang ayah keluarkan selama aku bersekolah jika nan... " cukup !! potong ayahnya dia bahkan belum menyelesaikan ucapannya sudah di bantah ayahnya , " kalau aku bilang tidak ya tidak " ketus ayahnya. Naya bukan orang yang lemah dan cengeng, dia hanya menundukkan kepalanya dan berjalan masuk menuju kamarnya, " ayah .. apakah aku tidak berarti di matamu"? batin Nasya. dia beranjak ke sekolah dengan kurang semangat, dia selalu mengingat perkataan ayahnya yang sudah mendarah daging. di bah lagi dia tidak memiliki teman baik di sekolahnya, semua siswi di sekolahnya hanya baik padanya saat ujian sudah dekat ,mereka akan meminta jawaban pada Nasya. karena Nasya bukan wanita bodoh maka dia tidak akan pernah memercayai kebaikan mereka. "Nisya panggil Lidya , " kamu kenapa disini? tanya Lidya " emang kenapa ? jawab Nisya dengan acuh tak acuh"kamu sudah dengar belum? kalau hari ini ada pindahan baru yang mau ikut ujian? kata Lidya ," lid.. aku sedang ngk mood jadi tolong jangan ganggu aku ya ,boleh"? pinta Nisya karena saat itu dia memang sedang tidak mood. " oh oke, bye.. jawab Lidya sambil berlalu , Lidya memang agak cerewet tetapi dia tidak terlalu pusing dengan masalah orang. tepat pukul 8 pagi saat pelajaran sedang berlangsung tok tok Suaran pintu di ketuk , " maaf pak ada siswi baru , mau masuk kelas ini kata petugas keamanan " oh, silahkan masuk" kata guru kami. " ah, wanita ini bukannya Della? kata Nisya dalam hati , " hallo , perkenalkan nama saya Della Maura saya pindahan dari kota T , karena ayah saya pindah tugas jadi saya juga harus pindah sekolah " kata Della dengan senyum yang biasa dia tunjukkan pada Natan, karena Natan berada di ruangan lain maka dia mungkin tidak tahu. "wow, sorak para murid , hanya Nasya saja yang tidak bersorak karena dia Sudak pernah berjumpa dengan wanita ini, "Della duduk di sebelah Lidya ya, Lidya ayo panggil Della,. " ah ! Lidya sedikit kaget karena ternyata tadi dia ketiduran " oke" Della ayok , panggil Lidya sambil melambaikan tangannya. Della sangat cantik di tambah lagi kulitnya yang putih dan dia memiliki lesung pipi yang berada di pipi kanannya menambah aura kecantikan wanita ini, Nisya sedikit benci berada di dalam ruangan itu, mengapa tidak , murid di kelas itu jika ada murid baru maka mereka akan lebih heboh dari kapal pecah.. "hallo, aku Lidya" sapa Lidya " hallo aku Della Maura" kata Della , sembari mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya, " ah" anak ini pasti orang kaya batin Lidya lihat saja HP adalah keluaran terbaru di kota K dan harganya bukan main-main, di kota K bukan termasuk kota besar ,tetapi pekerjaan apa saja yang baik tentunya bisa dapat menghasilkan uang. tetapi memiliki kendaraan dan handphone mahal tentunya masih jarang, Nisya melirik Della yang memperhatikan guru berbicara ,tetapi sedikit melirik hpnya berulang kali, " anak orang kaya mah ,bebas" kata Nisya dalam hatinya. tepat jam istirahat tiba, Nisya hanya mengambil buku pinjaman dari perpustakaan untuk di baca, dia duduk pada lingkaran yang di sediakan oleh para guru untuk siswanya, agar mereka dapat dapat konsentrasi saat belajar. karena nisya sedang tidak bersemangat jadi dia tidak menemui Natan , namun saat sedang asik membaca dia menemukan tidak jauh dari tempatnya duduknya, ada Natan ,Lidya dan.. Della Mereka sedang mengobrol dengan asyik tidak lama Lidya beranjak pergi karena dia sedang lapar, meninggalkan Della & Natan tentu mereka sangat terlihat bahagia, Nisya menyipitkan matanya , tetapi saat ini dia memang sedang tidak bertenaga untuk berdebat dengan Natan, dia benar-benar lelah. "sepertinya mereka memang sudah lama kenal, tentu aku tidak akan tau " batin Nisya sudahlah" aku sedang lelah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD