Nasya masih tetap kesekolah pagi itu, hanya saja selama di perjalanan dia hanya terdiam dan tidak membuka pembicaraan pada teman akrabnya.
Natan yang sudah sampai lebih dulu di sekolah melihat Nasya baru memasuki gerbang sekolah,
" Nasya ..."
Natan memanggil Nasya dengan melambaikan tangan berharap
Nasya melihat dirinya,
Nasya bahkan seperti tidak mendengar panggilan kekasihnya itu dan terus berjalan,
hanya saja dia benar-benar kena mental karena nenek Marta,
" tuhan ..apakah aku di masa lalu pernah berbuat kejahatan? mengapa aku bisa sampai menerima ini" batin Nasya,
Natan sedikit mengerutkan keningnya karena merasa sedikit risih di abaikan begitu saja oleh kekasihnya.
" Nat... ngapain di sini sendiri?" tanya Della yang tiba-tiba muncul entah darimana,
Natan sedikit tidak senang sekarang karena di abaikan oleh Nasya, dan sekarang Della juga sedang mengganggunya,
" aku sedang ingin belajar , aku tidak ingin Nasya mengambil nilaiku karena dari dulu hingga kini , aku selalu memiliki peringkat pertama" jawab Natan kemudian berlalu meninggalkan Della yang sedikit salah tingkah karena sikap Natan padanya pagi ini.
pelajaran sudah di mulai,
saat itu b.inggris yang sedang berlangsung,
hanya saja Nasya benar-benar tidak memerhatikan pelajarannya,
"Nasya, what are you doing" kata guru itu pada Nasya tapi Nasya hanya melamun hingga membuat guru itu sedikit tidak senang, mengapa tidak dia sangat tahu jika Nasya sangat suka dengan study ini tapi sekarang , dia bahkan mengabaikan guru yang sedang berbicara pada dirinya.
" hello, Nasya , are you okay?" tanya guru yang mendekat , tapi masih belum di respon oleh muridnya, maka gurunya terpaksa memukul meja,
" oh my god" kata Nasya yang kaget karena semua murid sedang memerhatikan dirinya dan juga guru sudah duduk di atas mejanya,
" apa ada yang membuat kamu tidak senang sayang" tanya guru itu dengan lembut,
" i' m sorry sir, this is my problem " jawab Nasya dengan sedikit air mata,
Natan yang melihat dirinya hanya bisa bertanya-tanya, sedangkan Della wanita ini tersenyum puas tetapi sedikit kesal dengan guru karena tidak menghukum wanita yang menjadi saingannya itu,
" baiklah, kamu bisa pergi keruangan saya, di sana ada tempat untuk istirahat jika kamu memang tidak enak badan" jawab guru itu pada Nasya,
gurunya seorang lelaki yang sudah berusia 58 tahun, dia sangat menyayangi anak-anak apalagi seperti Nasya yang tidak takut padanya meski guru itu terlihat sangat tegas dalam mengajar.
" baiklah pak, sepertinya aku memang butuh istirahat" Nasya lalu berjalan keluar dengan membawa tas ransel miliknya,
Nasya benar-benar sangat terpukul karena kejadian yang ia alami,
saat pelajaran selesai,
gurunya langsung masuk ruangan dan mendapati Nasya hanya duduk termenung di sofa yang berukuran kecil itu,
" apa yang membuat kamu tidak fokus nas, jika di izinkan mendengar maka aku ingin mendengarkan masalah yang kamu hadapi, berbagi saja dengan diriku nak, aku yakin kamu tidak akan kecewa karena bapak tidak akan memberi tahukan pada sesiapa oke"? kata guru Nasya yang sudah dari tadi memperhatikan tingkah Nasya.
Nasya hanya memejamkan mata dan memandangi gurunya,
" pak, apakah bapak memiliki seorang anak perempuan?" tanya Nasya,
" punya aku memiliki tiga anak perempuan dan seorang anak lelaki" jawab gurunya,
" apakah harapan bapak pada ke tiga anak perempuan bapak" Nasya kembali bertanya lagi,
" harapan saya adalah, mereka mampu melakukan hal yang baik ,belajar dengan giat agar bisa menjadi wanita yang mampu melakukan hal yang tidak mengecewakan orang tuanya, dan lagi jika memang cita-citanya tidak sampai mereka capai maka aku berharap mereka bisa menemukan pasangan yang membuat dirinya bahagia, karena melihat mereka bahagia sudah cukup bagiku menjadi seorang ayah" jawab gurunya dengan wajah yang sedikit sayu,
" itu harapan bapak sangat membuat saya sangat terharu, aku malah mengalami yang sebaliknya pak" jawab Nasya dan mulai menangis,
gurunya hanya mengelus punggung Nasya dan memberikan dirinya sedikit kata-kata,
" Nasya, kamu tidak perlu berkecil hati pada orang tuamu, kamu sudah bisa bersekolah dan belajar hingga ke tingkat ini sudah baik bagi kamu, masih banyak anak-anak di luar sana yang tidak bersekolah dari awal hingga mereka dewasa, kamu harus terus belajar dan berusaha menjadi wanita yang bisa membuktikan pada orang tuamu bahwa kamu juga bisa seperti wanita sukses lainnya " guru memberi sedikit motivasi pada muridnya itu.