karena kesal, Nasya berlalu meninggal mereka berdua. keesokan harinya Nasya bangun sekitar jam setengah lima pagi, dia biasanya sebelum ke sekolah selalu Mandi pukul setengah lima, tetapi saat itu setelah mandi dia ijin pada ibunya untuk keluar sebentar bertemu seseorang, ibunya selalu menyayangi Nasya hingga dia tidak melarangnya untuk pergi.
*ini mungkin adalah kisah nyata*
Nasya berjalan di sudut sekolah dasar dekat tempat ia tinggal, karena memang sekolah dasar tidak terlalu jauh. saat sedang berjalan tiba-tiba.. muncul wanita yang berumur sekitar 56 tahun kira-kira, " heh... Nasya, sudah kebiasaan kamu ya tiap subuh atau sore hari kamu selalu bertemu dengan suami saya." bentak perempuan itu wanita itu bernama nenek Marta, karena anak-anaknya sudah menikah semua dan sudah punya cucu. "eh wanita kecil, kamu seharusnya tidak berbuat seperti itu, sudah berapa juta suami saya membayar kamu? apakah kamu sudah tidak perawan lagi karena suami saya?" wanita ini jelas-jelas ingin agar orang sekitar bisa mendengarkan mereka, dia berbicara dengan sura yang sengaja ia besar-besarkan.
" apakah kamu sudah tidak ada yang suka , sehingga kamu menjual diri pada suami saya"? ketus nenek Marta, Nasya"..."
" apakah ibumu yang mengajarimu melakukan itu,? kerena kekurangan ekonomi kah hingga kamu harus menjadi sangat menjijikkan? " sebenarnya aku sudah lama mengetahui pertemuan kalian , tetapi baru kali ini aku langsung mendapat bukti,"! kata nenek Marta dengan marah
"nenek.. kamu tidak bisa menuduh aku seperti itu tanpa bukti" kata Nasya " lalu ..apa yang kau lakukan disini jika bukan untuk bertemu dengan suami saya huh.." nenek Marta bertanya sedikit berteriak, karena Nasya tidak dapat menjawab dia akhirnya pergi, tetapi siapa sangka nenek Marta mengikutinya di belakang , sambil berbicara padanya dengan mengeraskan suaranya, " heh.. wanita kecil.. kamu mengaku lah agar aku bisa memberi tau orang tuamu "! kata nenek Marta. " tidaaak .. aku tidak melakukan apapun, kamu tidak bisa menuduhku tanpa bukti"! Nasya menjawab nya lagi. kebetulan saat itu ada bibi Nasya yang mendengar orang ribut-ribut jadi dia keluar untuk mencari tau. benar saja, ada Nasya di sana dan nenek Marta. " ada apa ini.." tanya bibinya pada Nasya, Nasya tidak menjawab langsung berlalu begitu saja, " Marta ada apa sebenarnya ini.. mengapa anda bisa memarahi Nasya"? tanya bibi Nasya pada nenek Marta. " dia tertangkap olehku.. dia sudah lama bertemu dengan suami saya dan suami saya selalu memberinya uang jajan yang tidak sedikit jumlahnya." kata Marta " wanita kecil ini, mau jadi apa dia kalau sudah menikah nanti jika masih remaja saja dia sudah menjadi perempuan yang tidak benar," kata Marta pada bibi Nasya , selesai berbicara Marta langsung pulang kerumahnya . " hei.." panggil kakek baya yang saat itu bertemu dengan Nasya waktu pulang, " maaf Nasya, aku kira istriku masih tidur saat aku keluar tadi, tenyata dia berpura-pura" katanya lagi. wanita ini masih sangat polos, namun menghadapi masalah yang seperti ini tentu dia sangat kaget.