di dalam ruangan, Della sangat akrab pada Lidya mereka berdua sepertinya sedang mendiskusikan elektronik yaitu hp keluaran terbaru, Lidya termasuk anak orang di kota K karena orang tuanya sama-sama pegawai. " aku akan pastikan hp ini akan aku miliki ketika aku sudah lulus, aku akan memintanya pada ayahku sebagai hadiah kelulusan ku" kata Lidya pada Della. sepertinya mereka berdua memiliki karakter yang sama, yaitu sama-sama pemboros & selalu ingin di sanjung. padahal sebisa apapun mereka lakukan jika hanya mengharapkan agar orang memuji dan memujamu, mereka akan tetap mencari cela untuk kesalahanmu.
Nasya janua tersenyum dengan perkataan Lidya, dia tau kalau mereka memang memiliki Orang tua yang selalu memanjakan mereka, tiba-tiba dia teringat perkataan ayahnya, hingga membuatnya menjadi murung. " jika aku tidak melanjutkan ke perguruan tinggi , tentu aku pasti akan menikah muda" kaya Nasya dalam hati.di kota K sudah menjadi kebiasaan, jika seorang anak perempuan sudah tidak bersekolah maka dia akan menikah muda , tetapi jika tidak ingin menikah muda maka dia harus bekerja agar bisa membeli keperluannya sendiri, bisa di bilang orang tua tidak akan menanggung keperluannya. " oh tuhan.. bagaimana ini" kata Nasya menggerutu dengan Suara pelan namun masih bisa di dengar oleh Lidya dan Della, " kamu kenapa nas.. ,ada masalah atau kamu di putusin sama Natan"? tanya Della, wanita ini tanpa berfikir dulu mulutnya sangat cepat jika berucap. Nasya"..."
" " nanti aku coba jelaskan pada Natan, jika tadi engkau tidak sengaja ." kata Della dengan bangga " Della ,kamu tidak perlu tau apa yang terjadi padaku, dan soal urusan aku sama Natan kamu jangan sok tau" ketus Nasya " aku saat ini sedang tidak mood jadi jangan coba memprovokasi aku ya," katanya lagi.
wanita jika sedang memiliki masalah atau pikirannya sedang terganggu , dia akan berusaha memenangkan diri dengan cara tak ingin banyak bicara . siapa sangka ketika Nasya ingin keluar dari gerbang sekolah, dia melihat Della sedang berjalan cepat ingin bertemu dengan Natan. " wanita ini tidak tau malu, memanggil orang di jalan " kata Nasya dalam hati
" Nat... tunggu, aku boleh ngk pulang bareng kamu lagi" kata Della sambil melirik Nasya yang tidak jauh dengan mereka, Nasya yang mengetahui sikap Della yang berusaha membuatnya cemburu pun buru-buru pergi, dia benaran sangat malas melihat adegan ini. Natan belum mengiyakan namun Della Sudah naik di atas kendaraan, " emang papa kamu ngk jemput dell.."? tanya natan "iya, aku sudah di telpon sama papa aku, dia bilang hari ini lagi sibuk,," nadanya tidak berubah selalu lemah lembut. wanita ini sangat pandai BG berakting, padahal dia telah menelpon ayahnya untuk tidak datang menjemputnya, dia mungkin sudah dewasa tetapi sikapnya sangat tidak dewasa..
" ya sudah ayo .. eh kaki kamu gimana apa masih sakit" ? tanya natan Della"..." " masih sakit, tapi aku harus kerumah kamu nanti sore , aku takut nanti aku ngk bisa jalan nantinya " kata Della, padahal Della hanya pura-pura terjatuh agar Natan memberi perhatian padanya, dia ingin lebih dekat pada Natan dan ingin agar Natan suka padanya, dan meninggalkan Nasya.
"oke.. kebetulan ibuku pandai mengurut, kamu datang jam lima sore ya," kata natan " baik.." jawab Della. saat mereka hendak pulang, Natan melihat Nasya duduk di parkiran sendirian, " Nasya.. kamu belum pulang "? tanya Natan " belum" jawab Nasya singkat, Natan "..." " bareng yuk.. kebetulan motor aku masih bisa tambah satu lagi" Della"..."
" apa, aku ngk salah dengar"? kata Nasya " kamu pikir aku mau gitu boncengan bertiga ,Natan.. kamu jangan keterlaluan ya pada aku, yang jadi pacar kamu itu aku bukan dia.." jawab Nasya sambil berdiri ,Nasya sepertinya sangat marah dia bahkan merasa tidak di anggap oleh Natan hanya kerna sikap Della yang lemah lembut itu.