bagian 4

549 Words
mereka berangkat menggunakan motor milik Natan, saat tiba di gerbang sekolah, Nasya melihat mereka berboncengan dan sudah pasti Della telah melihat Nasya lebih dulu, hingga saat Della turun dari motor dia berpura-pura tersandung hingga terjatuh, " ah, della kamu tidak apa-apa"? tanya Natan, Natan tidak mengetahui jika dia di perhatikan oleh Nasya. " aku .. aw kakiku sepertinya sedikit terkilir.." kata Della dengan manja, " sore nanti kamu ke rumah aku ya, kebetulan ibu aku pandai mengurut, jika cuman terkilir sedikit saja pasti bisa di urut " kata Natan, " oh, baiklah.. " jawab Della . Natan membantunya berjalan menuju ruangan kelas Della, karena Nasya sudah mendengan percakapan mereka kemarin , maka dia berusaha tidak marah, bahkan berpura-pura tidak tau itu bukan karena dia tidak ingin berdebat hanya saja sejak kemunculan Della , Natan sepertinya sudah berubah. bahkan di lihat dari sikapnya dia sudah bersikap dingin padanya. "baiklah ..karena sepertinya aku tidak di butuhkan lagi , maka aku harus lebih bersikap seolah-olah aku tidak mengenalnya," kata Nasya dalam hati. dia ingin agar Natan tau rasanya di cuekkin, Nasya duduk di bangkunya sambil mendengarkan musik menggunakan earphone dia sebenarnya sangat kesal, tetapi harus bagaimana lagi. Natan masuk keruangan Della dengan membantu Della duduk di tempat duduknya, saat sedang berjalan menuju tempat duduk, tiba-tiba Maura membentangkan kakinya agar Della terjatuh, Maura ingin mengerjai murid baru ini. " aw.. sakit " kata Della karena dia terjatuh di lantai. Natan"..." " siapa yang melakukan ini, ini sangat konyol. kata Natan ,dia menoleh ke belakang dan melihat Nasya acuh tak acuh padanya,. " Nasya , Jagan bersikap konyol ya, kamu kan sudah mengenal Della ,mengapa harus seperti ini sih." kata Natan memarahi Nasya. Nasya "..." Nasya membuka earphone nya dan menoleh pada Natan ,dia memang mendengarkan musik tetapi saat Natan dan Della masuk ,dia telah mematikan musiknya dan berpura-pura sedang mendengarkan musik. " what... apakah seorang Natan mempunyai bukti kalau aku yang melakukannya"? kata Nasya, " jika bukan kamu siapa lagi"? jawab Natan dengan nada kesal, Nasya menjawab sambil menaikkan bibirnya sedikit, baru kali ini dia berbicara pada Natan dengan mencibirnya, " maaf saudara Natan.. jika anda tidak punya bukti maka tolong jangan suka menuduh , atau marah - marah tidak jelas mengerti .."? jawab Nasya dengan kesal ,dia langsung mengambil hpnya dan keluar dari ruangan itu, Natan bingung seketika. dia baru kali ini melihat Nasya berbicara padanya dengan nada seperti itu, Della bangkit dan langsung menuju tempat duduknya, " Nat.. sudahlah ,dia mungkin tidak sengaja." kata Della namun dalam hatinya sangat puas ,dia ingin sekali agar Natan memarahi Nasya dan bahkan ingin agar Natan memutuskan Nasya sesegera mungkin. di benci sikap kepura-puraan itu dalam hatinya . Nasya duduk di tempat bisa,dia memegang dadanya yang serasa sesak, dia merasa tidak sanggup jika bersikap dingin pada Natan tetapi pernyataan Natan sudah ia dengar, jadi dia harus belajar mulai dari sekarang. cukup rasa sakit yang ia rasakan karena perkataan ayahnya dia tidak ingin orang yang dia sayangi juga menyakitinya . " Nat.. maaf kan sikap ku ya , aku tidak seharusnya bersikap seperti itu" kata Nasya dalam hatinya , di dalam ruangan setelah Natan meninggalkan Della dan menuju ruangannya , dia melihat Nasya duduk di lingkaran sendirian. dia merasa sedikit bersalah pada Nasya " wanita ini.. apa sebenarnya yang ada di pikirannya" kata Natan dalam hatinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD