“Kamu tinggal memilih menikahi pria pilihan orang tua kamu semula, hidup menderita dengan Guna karena dia sudah berani selingkuh di depan kamu atau menikah dengan Richard yang tidak lurus itu. Pilihan kamu sekarang hanya aku. Dan aku bersedia menggantikan semua kerugian perusahaan papa kamu dengan syarat kamu harus belajar mencintai aku.” Kata-kata Tommy semalam telah berhasil membuat jantung Vita terus berdebar dan tidak percaya dengan kenyataan baru yang harus ia hadapi lagi. Sebuah kenyataan yang mengombang ambing perasaannya sendiri, entah harus bahagia ataukah semakin membenci keadaannya sendiri. *** Malam di hari yang sama ketika Vita mengunjungi PT.JTR dan bertemu dengan sahabatnya, di malam itu juga akhirnya Vita mau mengangkat sambungan telepon dari sang mama yang sudah 2 hari

