Setelah pembicaraan yang menguras pikiran serta mengaduk-aduk jantung juga membakar wajah, Vita tidak bisa tidur dengan nyenyak. Alhasil dirinya bangun kesiangan hari ini, begitu juga dengan Tommy. Vita yang lebih dulu bangun segera membuat kopi dari mesin penggiling seperti di kafe. Tinggal menuangkan sari kopi dengan s**u dan sirup gula dan jadilah café latte. Membuatkan 2 cangkir untuk dirinya juga Tommy. Karena terburu-buru Vita hanya menyajikan toast bread dengan selai srikaya sebagai toppingnya. Harum aroma kopi membangunkan tidur Tommy. Iapun bergegas mandi dan sudah berpakaian rapi saat keluar kamar. “Pagi, Pak.” “Pagi.” Sahut Tommy sambil menghampiri Vita, memegang tengkuknya dan mengecup kening Vita. “Ish, jadi kebiasaan deh.” Pagi-pagi Tommy sudah membuat wajah Vita berse

