Tidak pernah terpikirkan dalam benak Vita seumur hidupnya ia akan mengalami hal tidak menyenangkan yang merendahkan harga dirinya sebagai seorang wanita. Sikap menjijikkan seorang Guna semakin menambah keyakinan Vita untuk memutuskan pertunangannya. Bagaimana bisa Guna seorang pebisnis dengan jabatan tinggi dan berpendidikan, mampu tega memaksa Vita untuk mencium bibirnya di tempat umum apalagi tempat ini adalah sebuah kampus. Kepanikan semakin dirasa ketika keadaan di taman dekat parkiran kampus begitu sepi. Vita merutuki kebodohannya sendiri mengapa harus membuat janji temu di tempat ini yang berakibat merugikan dirinya sendiri. Hanya doa yang mampu di panjatkan Vita untuk memohon pertolongannya terlepas dari kelakuan b***t Guna. Vita merasakan tubuhnya seperti ikut ditarik dan merasa

