Bab 22. Meeting Kejutan

1698 Words

Vita masih duduk menatapi semua barang dihadapannya sambil menggerutu. Niatnya menerima kebaikan ‘Ini sih bukan beli beberapa namanya, tapi pindahan. Astaga! Mau ditaro di mana coba.’ Vita masih membiarkan semua barang di ruang tamu, dirinya masih harus melanjutkan pekerjaannya sampai sore. Bagaimanapun Vita sangat tahu diri dan membutuhkan pekerjaan ini demi menghidupi dirinya untuk mandiri. Saking larutnya dengan pekerjaan, tak terasa sudah sore. Kegiatannya terganggu lagi-lagi karena bunyi bel dari resepsionis. Ternyata kurir restoran mengirim makanan sesuai pesanan Tommy untuk Vita. Dengan cepat Vita berlari kembali ke ruang kerja dan merapikan sisa pekerjaannya. Lalu ia teringat dengan ponsel yang tertutup kertas sketsa yang tercecer, dilihatnya notifikasi yang masuk. Ternyata Tom

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD