Sejak tinggak serumah dengan Tommy, Vita mulai mencurigai sesuatu karena meskipun mereka sekantor namun tidak pernah seharipun Tommy mengajaknya berangkat bersama ke kantor. Selalu saja ia berangkat dan pulang dengan Aiko. Tapi Vita sendiri tidak tahu apa yang harus dicurigai olehnya tentang Tommy. Di dalam ruang kerja mereka, pertanyaan itu selalu muncul dan rohnya seolah sedang memaksanya untuk menanyakan apa yang ada dalam benaknya dari kemarin. Namun selalu diurungkan karena merasa Vita seperti sedang menuntut Tommy untuk melakukan kewajiban mengantar dan menjemputnya kerja. Bukankah seperti kekanak-kanakkan sifatnya itu? Karena melamun, Vita sampai tidak menyadari kalau Tommy sedang memperhatikannya. Keduanya saling memandang namun pandangan Vita nampak kosong, membuat senyum jahil

