bc

Detektif Di kejar cinta

book_age16+
1
FOLLOW
1K
READ
HE
stepfather
heir/heiress
drama
sweet
lighthearted
kicking
campus
city
like
intro-logo
Blurb

Rangga adalah seorang murid SMA yang memiliki wajah tampan dan kecerdasan yang luar biasa, dia pindah ke SMA Nusantara elite untuk menyelidiki sesuatu yang terjadi pada saudari kembarnya Anggi, perjalanannya menjadi rumit saat banyak yang mengusiknya namun semua dapat dia lalui bahkan Rangga akhirnya menemukan cinta ditempat yang paling dia tidak duga.

chap-preview
Free preview
Bab 1: Gerbang Emas dan Tatapan Dingin
Matahari pagi menyinari pilar-pilar marmer SMA Nusantara Elite dengan kejam, seolah ingin memamerkan setiap lekuk kemewahan yang ada di sana. Di depan gerbang utama yang terbuat dari besi tempa berlapis warna emas, sebuah mobil sport edisi terbatas baru saja meluncur masuk, meninggalkan kepulan debu tipis yang mengenai sepatu kets putih milik seorang pemuda. Rangga berdiri diam. Ia tidak terbatuk, tidak juga mengeluh. Matanya yang tajam di balik poni rambut yang tertata rapi menyapu sekeliling. Ia mengenakan seragam yang sama dengan siswa lainnya, namun ada sesuatu yang berbeda. Seragam itu tidak tampak seperti barang mewah di tubuhnya; seragam itu tampak seperti "pakaian perang" yang ia kenakan dengan penuh perhitungan. "Anak beasiswa lagi?" Suara itu datang dari sekumpulan siswa yang berdiri di dekat air mancur. Suara yang cukup keras untuk didengar, namun cukup halus untuk dianggap sebagai angin lalu bagi mereka yang pengecut. Rangga tidak menoleh. Ia terus berjalan dengan langkah yang tenang dan terukur. Langkah Rangga terhenti ketika sebuah mobil Porsche berwarna merah menyala berhenti tepat di depannya, menghalangi jalur pejalan kaki. Pintu terbuka, dan seorang gadis turun dengan gerakan yang sangat anggun namun penuh keangkuhan. Dia adalah Sienna Valerine. Rambutnya hitam legam, kulitnya seputih porselen, dan tatapannya... tatapan itu adalah jenis tatapan yang bisa membuat orang biasa merasa seperti debu. Sienna melepas kacamata hitamnya, menatap Rangga dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Jalur ini biasanya tidak digunakan oleh orang yang datang dengan berjalan kaki," ucapnya dingin. Suaranya rendah, namun penuh penekanan. Rangga hanya menatapnya balik. Tidak ada ketakutan, tidak ada kekaguman. Hanya kekosongan yang cerdas. "Jalur ini adalah fasilitas sekolah. Dan menurut peraturan akademik pasal empat, hak pejalan kaki di area sekolah adalah prioritas utama." Sienna sedikit tertegun. Jarang ada yang berani membalas ucapannya, apalagi dengan mengutip peraturan sekolah di hari pertama. Ia menyunggingkan senyum tipis yang meremehkan. "Cerdas. Tapi kecerdasan tanpa kelas hanyalah kebisingan, Anak Beasiswa. Jangan berada di dekatku jika kamu tidak ingin namamu terhapus dari daftar sekolah ini sebelum makan siang." Sienna berjalan melewati Rangga, sengaja menyenggol bahunya dengan tas bermerek yang harganya mungkin setara dengan biaya hidup orang biasa selama setahun. Rangga tetap berdiri tegak. Ia tidak marah. Justru, matanya memperhatikan detail kecil: cara Sienna berjalan, aroma parfumnya yang mahal, dan cara orang-orang di sekitarnya menunduk hormat. "Jadi, ini adalah tempatnya." batin Rangga. Ia merogoh saku celananya, menyentuh sebuah benda kecil yang ia simpan rapat-rapat. Ia tidak datang ke sini untuk berteman. Ia tidak datang ke sini untuk jatuh cinta. Ia datang untuk menjadi hantu yang mencari jawaban di balik dinding-dinding emas ini. Rangga melanjutkan langkahnya menuju ruang kepala sekolah. Ia tahu, mulai detik ini, hidupnya akan dipenuhi dengan rintangan. Namun bagi seseorang yang sudah kehilangan separuh jiwanya, gertakan gadis kaya raya hanyalah permainan anak kecil.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Menyala Istri Sah!

read
3.8K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
53.3K
bc

(Bukan) Cinta yang Diinginkan

read
10.6K
bc

Trapped in My Future Boss

read
3.2K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.5K
bc

Desahan Sang Biduan

read
56.1K
bc

Godaan Hasrat Keponakan Istri

read
15.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook