BAB 26: ANOMALI DALAM DATA

1045 Words

Lonceng pintu Kafe Koma kembali berdenting saat seorang pelanggan masuk, namun meja di pojok itu tetap terjebak dalam gravitasi ketegangan yang pekat. Evelyn meletakkan cangkir kopinya dengan dentingan pelan di atas meja kayu. Matanya beralih dari Rangga ke Clarissa, lalu ke Sienna—tiga orang yang secara logika seharusnya sudah ia eliminasi dari sistem, namun kini justru duduk di hadapannya seperti teka-teki yang tidak bisa dipecahkan oleh algoritma Aethelgard. "Pertanyaanmu tidak relevan, Rangga," ucap Evelyn, suaranya kembali datar dan terkendali. "Hidup tanpa gelar adalah hidup tanpa perlindungan. Di duniaku, kau adalah predator atau mangsa. Tidak ada ruang untuk pilihan ketiga seperti 'harapan' atau 'kebenaran' yang kalian agungkan." Clarissa mencondongkan tubuh, senyum sinis tersung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD