BAB 19: PECAHNYA KACA LABIRIN

1695 Words

Di dalam Laboratorium Sektor Empat yang kedap suara, waktu terasa berjalan jauh lebih lambat. Udara dingin yang disirkulasikan oleh mesin pendingin raksasa membawa aroma antiseptik yang menusuk hidung. Di atas meja operasi logam yang membeku, Rangga Narendra berbaring dengan mata terpejam, napasnya teratur, dan detak jantungnya menggambar garis hijau yang stabil di layar monitor. Bagi siapa pun di ruangan itu, ia hanyalah sebuah spesimen yang telah dilumpuhkan sepenuhnya, siap untuk dibedah dan dieksploitasi. Namun, di balik ketenangan palsu itu, pikiran Rangga berpacu lebih cepat dari prosesor komputer mana pun di ruangan tersebut. Gesekan sabuk kulit berpelat baja di pergelangan tangannya memang dirancang untuk menahan pasien yang meronta. Namun, Rangga tidak meronta. Ia menggunakan te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD