Part 11 -Jahil-

739 Words
Part 11 -Jahil- Se Ta mengerutkan dahinya bingung melihat bibir cemberut Fita. Sejak tadi pagi, gadis cantik itu sudah memasang tampang cemberutnya. "Kalau boleh tahu kau kenapa?" tanya Se Ta hati-hati. Fita semakin merenggut ketika mendengar pertanyaan Se Ta yang mengingatkannya akan kejadian tadi pagi. Untung saja sekarang suaminya sedang melakukan pertemuan dengan pemimpin kerajaan sebrang. "Tidak apa-apa." Tidak mungkin kan dia menjawab kalau dia pipis sembarangan karena gelitikan suaminya. Bisa turun harga dirinya. Se Ta menghela nafas. "Ah iya, aku akan mengajarimu bermain panah. Apa kau mau?" Fita langsung mengangguk semangat mendengar tawaran Se Ta. Melupakan rasa malu yang menggerogotinya sejak tadi. Mereka pergi ke ruang berlatih, setibanya di sana Xian Ling menghampiri mereka dengan penuh semangat. Ah, lebih tepatnya menghampiri Fita yang dibalut hanfu merah muda dengan rambut yang digerai. Fita memang sesuka hatinya saja. Padahal seharusnya seorang ratu kerajaan harus memakai perhiasan di kepalanya atau mahkota. Untungnya tidak ada yang menegurnya karena seluruh penghuni istana sudah jatuh ke dalam pesonanya. "Kenapa kau di sini, Fita?" tanya Xian Ling lembut. Fita tersenyum manis sehingga membuat Xian Ling dan Se Ta terpesona. "Belajar bermain panah." "Dengan adikku?" Fita mengangguk semangat. Terlihat sangat menggemaskan bagi Xian Ling dan Se Ta. "Aku bisa mengajarimu jika kau mau." Xian Ling tersenyum manis. Ia sangat berharap Fita mau menerima tawarannya. "Tidak bisa begitu, kak." protes Se Ta tak suka. Jika biasanya ia hanya mengalah dengan sang kakak, kini tidak akan lagi jika berhubungan dengan gadis yang diincarnya. "Bisa!" "Tidak!" "Sudah! Sudah! Kalian berdua saja yang mengajariku agar aku menjadi lebih hebat karena mempunyai dua orang guru yang hebat seperti kalian." lerai Fita dengan senyum bijaknya. Kedua orang yang sudah dibawah pengaruh pesona Fita itu tersenyum layaknya orang gila. Mereka berlomba-lomba mengajari Fita. "Posisi tangan harus seperti ini." Se Ta memperbaiki posisi tangan Fita dari belakang atau dengan kata lain ia memeluk Fita dari belakang. Ia tersenyum ketika rambut Fita yang sangat wangi tercium di hidungnya. Xian Ling yang tak terima dengan perlakuan Se Ta segera berdehem. Tapi Se Ta tak memedulikannya. "Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan!" tegurnya pada akhirnya. "Apa kakak tidak melihat aku sedang mengajarinya?" "Tapi kau mengendus-ngendus layaknya anjing." Xian Ling menyindir kelakuan Se Ta. "Siapa yang mengendus?!" "Kau, adik!" "Sudah, sudah! Kalian berniat mengajariku tidak sih?" Fita sok cemberut agar perhatian kedua lelaki tampan itu teralih kepadanya. Se Ta dan Xian Ling seketika tersenyum manis ke arah Fita. Mereka mengajari Fita walau sesekali mereka cekcok. Tak membutuhkan waktu lama, Fita sudah menguasainya. "Kau memang hebat, Fita." "Makasih tapi kakak lebih hebat." balas Fita seraya mengacungkan jempolnya ke Xian Ling. "Bagaimana denganku?" tanya Se Ta dengan nada merajuknya. Berusaha merebut perhatian Fita. "Kau juga hebat. Sama hebatnya dengan Kak Xian Ling." cengir Fita. "Makasih banyak untuk kalian berdua. Btw, aku pergi dulu. Hari sudah semakin sore." Setelah berpamitan, Fita kembali ke kamarnya. "Darimana saja kau?" Fita terlonjak kaget mendengar pertanyaan dingin suaminya. Saking kagetnya ia sampai melompat ke samping. "Menghabiskan waktu bersama selingkuhanmu heh?!" Fita menatap aneh suaminya. Dia yang memberi pertanyaan, dia pula lah yang menjawab. "Kenapa kau geleng-geleng kepala?" tanya Su Ho galak. Fita berdecak sebal dan masuk ke dalam kamar mandi tanpa memedulikan Su Ho yang aneh. Setelah selesai dengan kegiatannya, Fita keluar dengan hanfu putih sederhananya. Senyuman miring muncul di bibirnya ketika melihat Su Ho sedang membaringkan tubuhnya dengan mata yang terpejam damai. Fita memoleskan make up ke wajahnya.Tangannya ikut diberi make up. Make up ala hantu. Rambutnya dibuat sekacau mungkin. "Hihihi..." Fita tertawa cekikan layaknya kuntilanak. "Su Hoo..." Masih dengan suara menyeramkannya. Fita menitikkan air ke wajah suaminya hingga berhasil membuat laki-laki itu terbangun. "Hihihihi.." "AKHHH!" Su Ho berteriak histeris melihat sosok yang dikiranya hantu itu. Ia duduk dengan cepat dan berlari ke arah pintu. Tadi ia sudah menyuruh orang suruhannya untuk memperbaiki pintu kamarnya yang roboh akibat ulahnya sendiri. Dengan cepat, ia membuka pintu tapi sayangnya tidak bisa dibuka. Fita tersenyum miring. Pintu sudah dikuncinya tadi. Dengan langkah terseok-seok, Fita menghampiri Su Ho dengan tangan yang seakan ingin mencekik leher Su Ho. "Menjauhh!" teriak Su Ho menggelegar di dalam kamar. "Hihihi.. Tidak mau.. Aku ingin membawamu ke alamku, tampan. Hihihi.." Fita berjinjit dan mencekik leher suaminya dengan seringaian yang menyeramkan. Su Ho pingsan seketika karena tak sanggup menahan rasa takutnya melihat wajah menyeramkan hantu yang tak lain adalah istrinya sendiri. "Hahahahaa! Lucu sekali! Ya ampun. Perutku sakit sekali." Fita tertawa ngakak tanpa dapat di tahan. Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD