Part 10 -Adu Mulut-

618 Words
Part 10 -Adu Mulut- Su Ho memaksa Fita bangun. Ia akan sedikit memberi istrinya pelajaran agar tidak lancang lagi kepadanya. Sebagai suami, tentu saja egonya terluka akibat tingkah Fita. "Ada apa sih?" kesal Fita seraya menyentakkan tangannya yang di cengkram Su Ho. "Kelakuanmu sangat keterlaluan. Sebagai ratu sekaligus seorang istri, kau tidak pantas berkelakuan seperti orang yang tidak pernah diajari tata krama oleh orang tuamu." Rasa kantuk yang melanda Fita langsung hilang begitu saja mendengar Su Ho yang secara tidak langsung mengatai orangtuanya. "Seorang tuan putri kerajaan berkelakuan seperti penjahat, cih. Mungkin orangtuamu yang membesarkanmu hingga tumbuh seperti ini." Fita yang sudah tersulut emosi langsung mencengkram kerah baju Su Ho dengan kuat. Tatapannya setajam silet. "Kau boleh menghinaku asal jangan menghina orang tuaku." desisnya. Su Ho melepaskan tangan mungil Fita. Ia mencengkram dagu Fita. "Yang aku mau hanya sederhana. Hormati aku." "Menghormati?" Fita tertawa geli. Su Ho menatapnya datar. "Oke asal kau tidak ikut campur di dalam hidupku." Amarah Su Ho semakin tersulut mendengar ucapan Fita. Tidak ikut campur katanya? Fita adalah istrinya. Bagaimana mungkin dia tidak akan ikut campur?! "Aku tidak bisa!" kata Su Ho lantang. "Kenapa? Apa kau sudah mulai jatuh hati kepadaku?" "Jangan mimpi!" "Lalu kenapa kau tidak mengabulkan permintaan sederhanaku?" "Karena aku suamimu!" "Apa hubungannya?!" "Aku tidak ingin memiliki istri yang pembangkang." "Bodo amat!" "Aku akan mencari istri baru jika sifatmu masih seperti ini." "Silahkan." "Baiklah." "Tapi sebelum itu aku akan menceraikanmu." "Dan aku tidak akan menerima perceraian itu." "Aku tidak butuh persetujuanmu!" "Kau butuh. Perceraian hanya akan terjadi jika kedua belah pihak menyetujui." "Cih! Aku tidak peduli. Setelah bercerai aku akan menikah dengan Se Ta!" Su Ho semakin meradang. Ia mencium bibir Fita dengan ganas, melampiaskan emosinya yang sudah sampai ke ubun-ubun. Fita dengan sigap menendang pusaka berharga Su Ho hingga laki-laki tampan itu refleks menunduk sembari memegangi barangnya. "Haha! Rasakan itu!" tawa Fita puas. "Kau! Bagaimana jika aku tidak bisa mempunyai keturunan hah?" kesal Su Ho. "Aku akan menikah lagi. Dengan wajah cantikku, aku akan bisa membuat laki-laki takluk kepadaku." sombongnya. "Kau tidak akan bisa." "Kenapa huh?" "Aku akan membunuh laki-laki yang akan kamu nikahi." "Mudah. Setelah itu aku akan mencari laki-laki lain." "Arghh!!" Fita tertawa penuh kemenangan melihat Su Ho yang kesal setengah mampus. "Dasar istri nakal!" Su Ho bangkit setelah barangnya lebih baik dari sebelumnya. Ia memeluk Fita erat dan menggelitiki pinggang Fita. "Ampunn! Ampunn!" rengek Fita karena tak tahan dengan gelitikan suaminya. Su Ho tersenyum miring mendapati kelemahan istri nakalnya. "Hikss.. Berhenti.. Aku pipiss! Huwaaa!" tangis Fita keras karena gelitikan maut Su Ho membuatnya pipis di dalam celana. Iuhh. Apalagi sedari tadi dia sudah menahan pipis. Su Ho yang mendengar tangisan keras istrinya langsung berhenti seketika. Ia syok seketika melihat lantai basah karena air kencing Fita. "Kau--" Su Ho sampai tak bisa berkata-kata mendapati kejadian tak terduga itu. "Kan sudah kubilang. Jangan menggelitikku." Air mata Fita semakin banyak yang berjatuhan. Ia segera berlari ke dalam kamar mandi karena merasa sangat malu. Setelah ini, pasti dia akan diejek habis-habisan oleh suami dinginnya. Su Ho menatap kepergian Fita dengan bengong. Lalu tatapannya beralih ke air yang mengenang di lantai. Kemudian dia tertawa terbahak-bahak. Kejadian yang sangat langka. Ia tidak sadar, jika tawa yang dikeluarkannya adalah tawa paling lepas dan penuh kebahagiaan selama 27 tahun dia hidup. Fita yang di dalam kamar mandi merendam tubuhnya di dalam kolam pemandian yang berukuran cukup besar. Betapa malunya dia ketika mengingat kejadian tadi. Turun sudah harga dirinya huhu. "Mama.. Fita maluu." rengeknya dan menenggelamkan seluruh tubuhnya ke dalam kolam. "Dasar suami, sialan! Aku juga harus mencari tahu kelemahannya agar tidak mengancamku dengan kejadian tadi!" tekad Fita dalam hati. Dia juga harus mencari aib dari suaminya. Harus! Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD