Bab 30

1108 Words

Di ruangan gelap aku duduk di kursi dengan satu meja. Tidak ada apa-apa, hanya ada kaca besar di depanku dan ruangan itu sedikit dingin. Tanganku yang masih diborgol, ku angkat ke atas meja sembari mengetuk-ngetukan kuku tangan di meja, mengusir keheningan.     Siapa wanita yang mereka maksud? Aku mulai penasaran dengan wanita itu. Dan kalau memang benar dia dilecehkan, lelaki b***t mana yang berani melakukannya dan melempar kesalahannya padaku. Kasihan wanita itu, dia pasti begitu terpuruk. Dasar laki-laki sialan. Aku mengumpat sendiri.    Ku acak rambutku frustasi dengan tangan yang tidak bisa bergerak leluasa. Semoga saja Rara tidak mengalami kejadian seperti itu diluar sana. Kenapa aku jadi ingat Rara?    Ceklek! Dua orang polisi datang, yang satu berpakaian bebas, memakai kaos hit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD