Bab 29

1033 Words

Bunda hanya berdiri dengan tubuh menegang. Ia kaget, ternyata dugaannya benar. Memang dia dibalik ini semua, dia yang membuat laporan palsu tentang Rama. Wajah bunda seolah dipenuhi amarah yang tak tertahankan. Amarah yang sudah bertahun-tahun ia pendam, demi menghargai pak Ganda--orang yang dihormatinya.    Pandangan mata mereka bertemu. Lelaki yang sedang duduk di hadapan bunda terlihat begitu santai, dirinya tidak melihat wajah bunda yang sedari tadi melihat dengan tatapan penuh kebencian pada lelaki itu.    Asap rokok yang mengepul semakin memenuhi ruangan, bunda tidak bisa menahannya, ia terbatuk menghirup asap rokok sampai memegang dadanya. Lelaki yang melihat kondisi bunda itu, seketika mematikan puntung rokok dan membuangnya ke segala arah.    Bunda baru menyadari kondisi ruanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD