Bab 45

1597 Words

Dilihat jam sudah menunjukan pukul tujuh malam. "Duh, perut gue butuh asupan nih," seraya mengusap perutnya. "Bego banget gue, kenapa gue mau aja ya bantuin dia. Lagian tuh orang juga gak mau gue bantu. Tapi dengan sombongnya gue malah ngikutin sampe sini." Alya menggebrak meja. "Bang, bakso dua mangkok. Sayur, pedas, cuka. Cepet!" membuat si tukang bakso ketakutan.            Tidak butuh waktu lama, dua mangkok isi bakso siap di hidangkan. Tanpa tahu dan tanpa malu, Alya melahapnya dengan ganas. Si mang bakso takut mangkoknya yang hanya punya segitu ikut dilahap perempuan itu.            "Eeeurrrgggghh Aaahhhh." suara sendawa Alya membuat semua orang melihat ke arahnya. Gadis itu sama sekali tidak peduli. Ia masih fokus memperhatikan mobil sikuning yang masih menyala.          "Si Bamb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD