Bab 46

1546 Words

"Pak, kau menangis?" seraya menyodorkan tissue yang ada di meja.            Saat ini kita kembali ke masa sekarang. Dimana aku menceritakan kisahku pada gadis pelayan cafe. Ku ambil tissue dan ku hapus air mataku yang tiba-tiba keluar. Menceritakan part ini, membuatku tidak tahan untuk menangis, mengingatnya kembali walaupun sudah tiga tahun berlalu.            Gadis itu terlihat khawatir melihatku. Dapat kulihat di sorot matanya yang bening, kuberikan senyumku agar gadis itu tidak berfikiran apa-apa.            "Aku tidak apa-apa, hanya mengingat perpisahanku dengannya," kataku seraya menyeruput secangkir kopi yang sudah mulai dingin.               "Kalau bapak merasa tidak enak, kita hentikan saja. Besok dilanjut lagi kalau bapak sudah merasa baikan."                "Tidak, aku tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD