Bab 47

1178 Words

Disana ayah terbaring lemah dengan selang yang menempel. Aku menangis melihat ayah dengan keadaan seperti itu. Ganda menjelaskan kepadaku tentang penyakit ayah dan semuanya.          Kenapa ayah tidak memberitahuku? Aku yang saat itu masih berusia lima tahun menangis dengan keras di pelukan ayah. Wajahnya yang pucat tersenyum padaku. Kupeluk ayah erat. Ku rasakan tubuhnya yang sudah tidak hangat lagi.            Ganda mencoba menenangkanku. Ayah telah tiada, kata terakhir yang ayah ucapkan adalah "Ayah sayang Rama bahagia."                Aku ikut ke pemakaman Ayah, mendoakannya disana. Ayah, bahagialah bersama mamah disana. Rama juga akan bahagia disini.             Aku memeluk Ganda yang saat itu ia selalu menemani ku. Sampai dipanti aku tidak ingin bicara dengan siapa-siapa. Aku mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD