Bab 49

1301 Words

Matahari yang mengintip dibalik awan, menampakkan sinarnya malu-malu mencoba menyambut pagi ku. Ya, pagi menjelang siang. Pertama kalinya aku tidur senyenyak ini, sebebas ini, dan sebahagia ini. Tanpa merasa ada beban yang lain di hatiku, tanpa menanggung rasa bersalah didalam hidupku.             Kini aku merasa benar-benar hidup, jiwaku seolah terlepas dari belasan rantai yang mengikat tubuhku kuat. Mengikat semua kebahagiaanku, mengikat semua harapanku. Keyakinanku terhadap takdir tuhan yang akan berakhir bahagia, jiwa ketegaran dan kesabaran dalam menghadapi ujian, meluluh lantahkan semua rantai yang bersarang.             Bukan ujian untuk anak sekolah atau pun anak kuliahan pada umumnya, tapi ujian hidup yang sebenarnya untuk mencari siapa jati diri kita. Nilai yang Tuhan berikan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD