"Kenapa ketawa? Ada yang lucu?" tanya Kareen sewot, sambil sedikit mengecilkan suaranya. Gadis itu tak mau sang kakak akan merasa terganggu lagi akibat suaranya. "Kamu lucu," goda Beno lagi. Sepertinya menggoda Kareen adalah hobi baru baginya. Yah, walaupun kadang ia juga bisa sedikit jengkel dengan sifat keras kepalanya Kareen. Tapi tak ada salahnya 'kan jika Beno mengulurkan tangan lebih dulu padanya sebagai sebuah tanda untuk menjalin persahabatan? Siapa tahu dengan begitu Kareen akan menyambut uluran tangannya, dan bahkan membantunya untuk memenuhi takdir. Beno sangat berharap bisa bersahabat dengan kesatria pendekar paling hebat di dunia sihir ini. "Kita sudah sampai." Duyuta menyeletuk tiba-tiba. Ucapan Duyuta barusan rupanya berhasil mencegah Kareen yang hampir saja menendang Be

