"Yakin?” Bran menatap Beno dengan tatapan tak percaya. “Yang kau ucapkan sebelum Baron keluar saja, belum kau tepati. Dan sekarang kau sudah mau membuat janji lagi," singgung Bran tentang ucapan Beno sebelumnya. Beno hanya bisa menyengir, dalam hati ia membernarkan perkataan Bran. "Sepertinya bocah ini cukup pintar," batinnya. "Baiklah, aku akan melakukan dua hal apa saja yang kau minta," janji Beno akhirnya. Ia terpaksa membuat janji pada seseorang. Padahal sebenarnya Beno bukan tipe orang yang mengumbar janji dengan mudah. Malah, Beno adalah tipe orang yang tak suka berjanji. "Kenapa harus aku?" Kali ini Bran bertanya serius. Kening bocah berambut hitam legam itu sedikit mengerut. Ia sedikit bingung dengan permintaan Beno padanya. Menurutnya, di luar sana banyak orang yang bisa dimin

