#23 - Bantuan untuk Sang Cel Ales

1110 Words

Karena rasa tak sabar yang hampir membuatnya mati penasaran, bocah itu kemudian bertanya pada ibunya. Namun ia tak kunjung mendapat jawaban yang memuaskan dari sang ibu. Begitupun saat ia bertanya pada kakaknya—Baron—dan lagi-lagi jawaban yang tidak memuaskan yang didapatkannya. Hingga pada hari kesepuluh, datang sebuah surat yang diantarkan oleh salah satu pegawai istana. Pegawai itu mengantarkan surat dengan raut wajah tak biasa. Bran langsung merebut surat itu dari tangan sang pengantar. Dengan jantung yang berdegup keras dan perasaan gelisah yang bercengkerama di hatinya, Bran membuka surat itu tergesa. Surat itu memberitahukan bahwa ayahnya telah tewas saat berusaha melindungi Sang Raja di pertempuran dengan Kerajaan Vordeen. Dari saat itu, Bran tak pernah lagi mendengar desas-desus t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD