Beberapa detik kemudian, Beno menerjang ke arah Duyuta. Ia berusaha menggapai nenek tua itu. Yang dirasakannya saat ini adalah rasa geram. Otaknya menyugesti untuk segera meraih nenek tua itu. Karena hanya dengan begitu mereka mau menunjukkan jalan pulang pada Beno. Namun dengan sigap para pengawal menahan langkah Beno. Kareen juga tampak bersiap dengan pedangnya. Sedangkan Revano hanya bisa terdiam menyaksikan hal itu. "Wah, reaksimu sulit di tebak. Aku tidak menyangka kau akan berontak dan menyerang Duyuta seperti itu. Padahal sebelumnya kau menolong dia." Revano sekali lagi menggelengkan kepalanya karena tak menyangka dengan reaksi Beno. "Itu karena aku tidak tahu permainan licik kalian. Ternyata kalian dengan sengaja menjebakku di dunia aneh ini!" Beno tampak geram. Wajah cowok it

