BAB 46

1118 Words

Arka terduduk. Akalnya menolak ini secara nyata. Jika dia tak mendorong wanita itu, pasti ini semua tak akan terjadi. Jika saja ia tak memperioritaskan wanita lain, Alea tak akan mungkin mempertaruhkan nyawanya di ruang operasi saat ini. Arka benci dirinya. Ia tak akan memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu dengan Alea. "Buat apa lo sesali!" Ucapan sarkastik seseorang membuat laki - laki itu mendongak ke atas. Orang itu adalah Edgar. "Gue udah cukup sabar selama ini. Gue tahan buat ngabisin lo karena gue mikirin Alea. Tapi inget, jika terjadi sesuatu sama adik gue, lo habis ditangan gue! Gue bunuh lo saat itu juga." "Gue minta maaf.." lirih Arka. "Tutup mulut lo, gue gak butuh ucapan bulshit lo! Pergi sebelum gue naik darah." Edgar mengusir Arka untuk pergi, tetapi Arka menolaknya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD