Chapter 18

3092 Words

Reygan melirik Shirena.             Sejak berkumpul di ruang makan rumah Gabriel, Reygan menyadari perubahan sikap pacar tercintanya itu. Shirena menjadi pendiam, hanya menjawab apabila ditanya dan itu pun hanya berupa senyuman atau jawaban singkat seperti ‘ya’ dan ‘tidak’. Bukan hanya Shirena, Reygan pun menyadari keterdiaman Mahesa. Cowok berkacamata itu tidak berbicara sama sekali sejak menginjakkan kaki di rumah Gabriel setengah jam yang lalu.             Kini, di ruang tamu rumah Gabriel, ditemani acara televisi yang dibiarkan berkoar-koar tidak jelas oleh Reygan, cowok itu menarik napas panjang dan memutar tubuhnya untuk menghadap Shirena.             “Lo kenapa?” tanya Reygan tegas. Ditatapnya raut wajah datar Shirena. Mata cewek itu memang tertuju pada acara televisi, tapi Reyga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD